Bahkan dirinya sempat menorehkan kesuksesan bersama Persija Jakarta di tahun 2018 dengan membawa Persija Jakarta juara Liga 1 2018, Piala Presiden 2018 dan juara Boost Fix Super Cup 2018.
Baca Juga: Bepe Out, Persija Jakarta Kembali Panggil Manajer Treble Winner 2018 Ardhi Tjahjoko
Dia pun ingat betul faktor apa saja yang menjadi kuncinya. Hal itulah yang ingin ia tetap terapkan di tim plus ditopang dengan inovasi manajerial yang ia miliki.
"Kondisi tim saya rasa pada umumnya sama. Tapi mungkin suasana di dalam lebih guyub, lebih kompak," ucap Ardhi Tjahjoko dinukil dari situs resmi Persija Jakarta.
"Saya berusaha, bukan pemain menyelami saya, tapi saya menyelami pemain. Jadi si A si B si C karakternya seperti apa, kebiasaannya seperti apa. Saya coba menyelami itu. Jadi mungkin di situ kami punya timbal balik. Intinya seperti itu."
"Insyaallah saya lakukan seperti itu lagi (untuk Liga 1 2025-2026)."
Meski sempat meninggalkan Persija, bukan berarti Ardhi tidak mengikuti perkembangan Liga 1. Bagi dia persaingan Liga 1 saat ini sangat ketat di mana setiap klub selalu bersaing mendapatkan pemain terbaik.
Baca Juga: Persija Jakarta Cuci Gudang, Lepas Hampir Seluruh Legiun Asing dan Pemain Timnas Indonesia
"Tentu makin lama makin ketat. Masing-masing klub mereka berambisi mencari pemain paling baik. Makin lama makin ketat. Siapa yang siap ya mereka yang menang. Jadi kami harus siap," ucap Ardhi.
Melihat ketatnya persaingan di Liga 1 kali ini, Ardhi pun menegaskan bahwa dia ingin para pemain Persija Jakarta nantinya memiliki semangat juang tinggi dan selalu lapar akan meraih kemenangan.
"Masing-masing individu pemain punya fighting spirit. Semangat punya satu tujuan untuk menang. Kalau saya di militer dalam sebuah pertempuran, bagaimana caranya harus menang," katanya.
"Caranya bagaimana? Harus berlatih. Kalau dua jam kurang jadi tiga jam, kalau tiga jam kurang jadi empat jam. Intinya seperti itu."
Seperti diketahui, di Liga 1 Indonesia 2024-2025 Persija Jakarta gagal meraih target yang disematkan manajeman untuk menembus posisi empar besar.
Persija Jakarta justru terseok di peringkat tujuh klasemen akhir Liga 1 2024-2025 dengan hanya mengoleksi 51 poin.