Akurat
Pemprov Sumsel

Dirk Soplanit Sebut Malut United Pecat Imran Nahumarury dan Yeyen Tumena karena Indikasi Korupsi

Badri | 17 Juni 2025, 19:47 WIB
Dirk Soplanit Sebut Malut United Pecat Imran Nahumarury dan Yeyen Tumena karena Indikasi Korupsi

AKURAT.CO, Manajemen Malut United menyebut bahwa alasan pemecatan pelatih klub mereka, Imran Nahumarury, dan direktur tekniknya, Yeyen Tumena, dikarenakan adanya temuan yang mengindikasikan praktik korupsi.

Tuduhan ini disampaikan oleh Direktur Utama PT Maluku Maju Sejahtera, Dirk Soplanit. PT Maluku Maju Sejahtera sendiri adalah induk perusahaan yang menaungi Malut United.

Menurut Dirk Soplanit, Imran Nahumarury dan Yeyen Tumena melakukan tindakan meminta fee transfer pemain yang dianggapnya tak sesuai prosedur.

Baca Juga: Malut United Dikabarkan Boyong 4 Pemain Asing Persib, Imran Nahumarury Akui Timnya Terganggu

Soplanit menyebut bahwa manajemen sejatinya sudah mencium dugaan tersebut namun berharap duet pelatih dan direktur teknik itu tidak melakukannya lagi.

“Dari sana kami punya banyak bukti transaksi uang dari siapa ke siapa dan itu bagi kami sudah sangat tidak bisa ditolerir,” kata Dirk Soplanit dipetik dari media yang berbasis di Ambon, Maluku, Siwalima.

“Maka opsinya hanya pemecatan karena kita tidak ingin manajemen rusak secara internal.”

Soplanit menyebut bahwa Yeyen Tumena mengambil fee transfer pemain asing sebesar sepuluh persen yang semestinya diberikan kepada agen.

Dengan jumlah pemain asing yang direkrut Malut dalam dua tahun terakhir, jumlahnya diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

Baca Juga: Imran Nahumurary Tegaskan Malut United Ogah Remehkan PSIS Semarang yang Sudah Pasti Terdegradasi

“Saya ambil contoh untuk kontrak pemain asing itu satu miliar itu fee-nya sepuluh persen, yakni 100 juta, itu diambil direktur teknik dan selama ini Maluku United mengontrak 14 pemain asing dari Liga 2 sampai Liga 1,” kata Soplanit.

“Artinya semuanya diambil direktur teknik.”

Hal lain adalah dugaan mark-up kontrak pemain lokal. Praktik ini, kata Soplanit, dilakukan dengan membagi uang kontrak yang diserahkan kepada agen dan yang diterima oleh Imran dan Yeyen.

“Misalnya pelatih memanggil orang untuk dipakai selama satu musim oleh Malut United dengan kontrak Rp100 juta, tapi mereka tambah lagi Rp100 juta, jadi ada Rp200 juta,” kata Soplanit.

“Nanti setelah kita manajemen membayar baru mereka berdua ambil Rp100 juta dan sisanya kepada pemain.”

Pemecatan ini cukup mengejutkan karena duet Imran Nahumarury-Yeyen Tumena sukses membawa Malut United promosi ke Liga 1 Indonesia 2024-2025.

Musim lalu di tangan mereka Malut United mengakhiri musim di posisi ketiga klasemen akhir dan berhak ke ASEAN Club Championship.

Adapun Imran dan Yeyen sejauh ini belum memberikan respons atas pemecatan dan tuduhan manajemen Malut United. Pada saat yang sama, Dirk Soplanit mengancam akan membawa kasus ini ke jalur hukum jika Imran dan Yeyen membantah.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

B
Reporter
Badri
H