Akurat
Pemprov Sumsel

Menpora dan I.League Teken Kerjasama, Suporter Jadi Fokus Awal Pembenahan Sepakbola Nasional

Leo Farhan | 28 Juli 2025, 17:52 WIB
Menpora dan I.League Teken Kerjasama, Suporter Jadi Fokus Awal Pembenahan Sepakbola Nasional
 
AKURAT.CO, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan PT Liga Indonesia Baru (LIB) atau I.League di Media Center Kemenpora, Senayan, Jakarta, Senin (28/7).
 
Kerja sama ini menjadi tonggak awal sinergi antara pemerintah dan operator liga sepakbola di tanah air dalam membenahi kultur dan perilaku suporter sepakbola nasional.
 
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Dito Ariotedjo, menyampaikan bahwa kerja sama ini akan difokuskan pada peningkatan edukasi dan literasi kepada para suporter sebagai tahap awal.
 
 
"Fokus pertama adalah edukasi dan literasi kepada suporter. Tahap awal ini akan dilakukan di 10 titik. Tujuannya adalah agar suporter lebih paham terhadap aturan, etika, dan budaya sepakbola yang perlu kita benahi bersama," kata Dito, Senin (28/7).
 
Ia menambahkan, keterlibatan klub-klub besar juga menjadi bagian penting dalam implementasi program edukasi ini. Dito menyebut ini adalah bentuk konkret pemerintah untuk menaikkan taraf industri olahraga Indonesia ke arah yang lebih baik.
 
Di mana tujuan akhir dari program ini adalah peningkatan kesejahteraan dan kepemimpinan dalam dunia olahraga.
 
"Klub-klub besar kan sudah punya organisasi suporter resmi. Nah, mereka nanti akan dilibatkan dalam pelatihan bersama para pakar, termasuk simulasi-simulasi," jelas Dito.
 
Sementara itu, Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, menilai kerja sama ini sebagai langkah penting dalam rangka menata ulang peran suporter di kancah sepakbola nasional.
 
"Kerja sama ini bukan hanya penting, tapi juga menjadi keharusan yang tertuang dalam undang-undang. Edukasi dan literasi terhadap suporter adalah bagian dari implementasi aturan tersebut," ujar Ferry.
 
 
Ia juga menyoroti fenomena maraknya konflik antar suporter yang memicu kehadiran negara dalam pengelolaan suporter secara lebih terarah.
 
"Ini bukan bentuk intervensi, tapi tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, dibuatlah payung hukum melalui PKS ini. Prosesnya sudah panjang, melibatkan PSSI, PT LIB, dan Kemenpora," jelas Ferry.
 
Meski fokus utama perjanjian ini adalah pembinaan suporter, Ferry menegaskan bahwa ruang lingkup kerja sama ke depan akan semakin luas, sejalan dengan evaluasi tiap musim kompetisi.
 
"Saat ini memang fokus pada aktivitas suporter, terlebih pasca tragedi Kanjuruhan yang membuka mata kita semua. Tapi, ini baru awal. Ke depan, klub-klub lain akan dilibatkan. Ini akan terus berlangsung setiap musim, tergantung evaluasi masing-masing musim," terangnya.
 
Ia juga menegaskan bahwa dalam PKS ini tidak ada bentuk bantuan finansial langsung kepada klub atau suporter. Tapi lebih kepada implementasi aktivitas suporter secara berkelanjutan. Di mana kehadiran pemerintah untuk mengawal dan bukan untuk mengintervensi.
 
Penandatanganan PKS ini menjadi langkah konkret pemerintah melalui Kemenpora dalam meningkatkan kualitas industri sepak bola nasional, khususnya dalam menciptakan atmosfer pertandingan yang aman, tertib, dan mendidik melalui pembinaan suporter secara sistematis.
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
H