Akurat
Pemprov Sumsel

Rusuh Antar Suporter Akibatkan Korban Luka, Laga Independiente vs Universidad Chile Dihentikan!

Badri | 21 Agustus 2025, 16:26 WIB
Rusuh Antar Suporter Akibatkan Korban Luka, Laga Independiente vs Universidad Chile Dihentikan!

AKURAT.CO, Setidaknya sepuluh orang cedera dan 90 orang ditahan menyusul kerusuhan dengan kekerasan yang terjadi pada laga leg kedua babak 16 besar Piala Sudamericana antara Independiente dan Universidad Chile.

Channel News Asia menyebut kerusuhan ini juga melibatkan sebuah granat yang ditemukan di antara benda-benda yang dilemparkan oleh suporter terlibat dalam insiden di Buenos Aires, Argentina, Rabu (20/8), itu.

Klub Argentina, Independiente, bertindak sebagai tuan rumah menjamu Universidad Chile yang merupakan wakil Chile di Stadion Libertadores De America.

Independiente tertinggal 0-1 di leg pertama dan laga di Buenos Aires dihentikan dalam situasi 1-1.

Baca Juga: Serangan Gas Air Mata Tunda Final Copa Libertadores

Disebutkan bahwa seorang suporter Chile melompat dari tribun stadion untuk menghindar dari serangan suporter lawan ketika sudah tersudut. Suporter tuan rumah juga diketahui memukul dan membuka pakaian beberapa suporter tamu.

Kerusuhan bermula di masa jeda ketika pendukung Chile mulai melemparkan benda-benda seperti batu, tongkat, botol, dan tempat duduk ke arah tribun yang ditempati suporter Argentina.

“Kami telah menahan 90 orang di luar stadion karena mereka berupaya menciptakan keonarakan, dan mereka sudah dibawa ke kantor polisi,” kata salah seorang sumber aparat keamanan setempat.

Kerusuhan ini memantik reaksi dari petinggi negara bersangkutan. Duta Besar Chile untuk Argentina, Jose Antonio Vierra-Gallo, misalnya, menyebut bahwa ada luka karena tikaman terhadap salah satu korban.

Adapun Presiden Chile, Gabriel Boric, menuntut dalang di balik kerusuhan ini diadili. Boric juga menyalahkan penyelenggara atas kerusuhan ini.

Baca Juga: Viral! Usai Kalah di Copa America, Pemain Uruguay Terlibat Adu Jotos dengan Pendukung Kolombia di Tribun

Sebaliknya, Presiden Independiente, Nestor Grindetti, justru menyalahkan suporter Chile. Ia menyebut bahwa perilaku suporter tamu “tercela”.

Pemain kedua tim sejatinya sudah berusaha untuk menenangkan situasi. Namun mereka gagal dan mengakui bahwa kekerasan yang terjadi sudah berada di luar batas.

“Level kekerasannya sudah tidak bisa ditoleransi,” kata pemain Independiente berkebangsaan Chile, Felipe Loyola. “Saya tidak tahu polisi ada di mana (saat peristiwa).”

Belum diketahui kapan jadwal pengganti laga Independiente vs Universidad Chile. Namun, peristiwa di Buenos Aires ini menandai kekerasan antar suporter cukup marak dalam beberapa bulan terakhir.

Pada April lalu, dua orang meninggal dunia setelah pendukung dan polisi bentrok di luar Stadion Monumental, Santiago, Chile, menjelang laga Piala Libertadores antara Colo Colo dan Fortaleza.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

B
Reporter
Badri
H