Akurat
Pemprov Sumsel

APSSI Sayangkan Intimidasi Kelompok Suporter PSPS Pekanbaru Terhadap Ilham Romadona dan Kurniawan

Endarti | 23 September 2025, 13:39 WIB
APSSI Sayangkan Intimidasi Kelompok Suporter PSPS Pekanbaru Terhadap Ilham Romadona dan Kurniawan
 
 
AKURAT.CO, Asoiasi Pelatih Sepakbola Seluruh Indonesia (APSSI) mengecam aksi kelompok suporter PSPS Pekanbaru yang mengintimidasi tim pelatih klub tersebut.
 
Aksi intimidasi tersebut terjadi selepas laga imbang 3-3 PSPS Pekanbaru menjamu PSMS Medan di pekan kedua Championship League 2025-2026 yang berlangsung di Stadion Kaharudin Nasution, Rumbai, Pekanbaru, Sabtu (20/9).
 
Selepas laga sejumlah kelompok suporter PSPS meminta pelatih Ilham Romadona untuk mundur. Saat aksi tersebut ada kelompok suporter yang menggunakan penutup wajah mengintimidasi Ilham Romadona.
 
 
Atas kejadian ini, APSSI mengambil langkah tegas dan berharap sangat penting jadi perhatian agar suporter Indonesia tidak terbiasa mengintimidasi tim pelatih.
 
"APSSI berkewaijban untuk melakukan pembelaan dan perlindungan menyeluruh terhadap Ilham Romadhona, Pelatih Kepala PSPS, Kurniawan Dwi Julianto, Direktur Teknik, serta jajaran pelatih lain yang terlibat dalam tim PSPS," tulis pernyataan resmi APSSI, Selasa (23/9).
 
"APSSI menyayangkan seraya mengutuk aksii berlebihan yang dilakukan sekelompok pendukung PSPS kepada Coach Ilham dan Coach Kurniawan."
 
APSSI menegaskan bahwa mereka tak akan tinggal diam dengan intimidasi yang dilakukan suporter. Bahkan APSSI siap membawa kasus ini ke meja hukum jika tidak ada niat baik dari suporter.
 
 
"Kami menganggapnya sudah berlebihan karena suporter ‘'mengadli' pelatih tidak pada tempat dan mekanisme yang seharusnya," tegas APSSI.
 
"Penyelesaian masalah seperti ini kami pandang sebagai pengadilan lapangan yang tidak saja mencederai martabat pelatih yang bersangkutan, juga akan meninggalkan kesan bahwa profesi pelatih tidak pernah benar-benar dihargai."
 
APSSI sejatinya menyadari sebagai pelatih merupakan pekerjaan panas yang penuh risiko. Namun umpatan di lapangan sangat mencederai prosesi pelatih.
 
Apalagi sidang lapangan ini disertai umpatan, makian, teror dan tekanan yang sudah mengarah kepada tindakan-tindakan yang tidak menyenangkan. 
 
"Kami memaklumi kekecewaan yang dirasakan kelompok pendukung PSPS, kami juga menyadari bahwa posisi pelatih seperti menduduki kursi panas yang kapan saja bisa terbakar, bahkan kami paham risko bahwa sebagai pelatih akan menghadapi tekanan, dan bahkan ancaman," tegas APSSI.
 
"Namun dalam konteks ini, kami melihatnya jauh lebih luas dari sekadar tuntutan mundur kepada pelatih karena kekecewaan akan hasil yang didapat. Ada preseden buruk, juga potensi hilangnya respek, kehormatan dan perlindungan profesi terhadap pelatih sepakbola, yang bisa saja akan terjadi di tempat-tempat lain."
 
Untuk itu APSSI berharap kedepannya ada saling hormat antara kelompok suporter maupun pelatih dmyang berkerja di klub kesayangan mereka.
 
"Oleh karena itu, APSSI mengimbau kepada seluruh stake holder sepakbola, termasuk suporter untuk saling menghormati dan menghargai, serta melakukan upaya konstruktif, sehat dan sesuai mekanisme terhadap segala sesuatu yang tidak berkesesuaian," kata pernyataan APSSi.
 
"Adapun jika ditemukan tindakan-tindakan yang sudah mengarah kepada anarkis disertai ancaman, teror, intimidasi verbal maupun fisik, maka, APSSI akan sepenuhnya membela dan melindungi anggota, serta akan melaporkan pihak-pihak dimaksud kepada aparat hukum untuk diproses sesuai hukum dan undang-undang yang berlaku."
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
Reporter
Endarti
H