AKURAT.CO Kemenangan Persipura Jayapura atas Persiba Balikpapan tak hanya menghasilkan tiga poin penting di klasemen Championship 2025/2026.
Di balik hasil positif tersebut, terselip kisah kemanusiaan yang menghangatkan hati dan menyentuh sisi sosial sepak bola.
Sehari setelah menundukkan Persiba dengan skor 2-1 pada laga pekan ke-15 Grup Timur di Stadion Batakan, Senin (12/1/2026), skuad Persipura membagikan kebahagiaan mereka dengan cara sederhana namun bermakna.
Manajemen dan pemain Mutiara Hitam mengajak enam anak pemulung di Balikpapan untuk makan malam bersama.
Momentum itu bermula ketika seluruh tim mendapat apresiasi dari manajer Persipura, Owen Rahadiyan.
Sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan di lapangan, para pemain diizinkan menikmati makan malam di luar hotel tempat mereka menginap.
Rombongan Persipura kemudian memilih sebuah rumah makan di kawasan Balikpapan yang berjarak sekitar 15 menit dari hotel. Setibanya di lokasi, mereka memesan hidangan untuk seluruh anggota tim.
Tanpa direncanakan, sejumlah anak kecil yang berada di sekitar rumah makan menghampiri para pemain. Anak-anak tersebut tampak penasaran dan memberanikan diri bertanya tentang identitas klub yang mereka bela.
“Anak-anak itu sudah berada di sekitar lokasi sebelum kami datang. Mereka terlihat ingin tahu dan kemudian menyapa pemain,” ujar salah satu perwakilan manajemen Persipura, Rabu (14/1/2026).
Saat mengetahui bahwa rombongan tersebut adalah Persipura Jayapura, antusiasme anak-anak itu langsung terlihat. Mereka tersenyum lebar dan meminta berfoto bersama. Meski hanya menggunakan satu ponsel sederhana, momen tersebut menjadi pengalaman berharga bagi mereka.
Melihat ketulusan dan kegembiraan anak-anak tersebut, manajemen dan pemain Persipura sepakat mengajak mereka makan bersama.
Salah satu pemain, Rafael Sunuk, bahkan mendatangi mereka secara langsung untuk mengundang duduk di meja makan.
“Awalnya mereka menolak dengan sopan karena merasa sungkan. Namun setelah dibujuk dengan hangat, akhirnya mereka mau bergabung,” lanjutnya.
Suasana haru tak terelakkan ketika salah satu anak yang paling kecil tiba-tiba menitikkan air mata. Setelah ditanya, dia mengaku teringat orang tuanya di rumah yang belum tentu sudah makan.
Mendengar hal tersebut, manajemen Persipura langsung mengambil keputusan untuk membungkus beberapa porsi makanan tambahan agar bisa dibawa pulang oleh anak-anak itu untuk keluarga mereka.
Persipura memastikan anak-anak tersebut makan dengan tenang hingga selesai sebelum rombongan kembali ke hotel.
Tanpa sepengetahuan tim, momen penuh empati itu direkam oleh pengunjung lain dan kemudian menyebar luas di media sosial.
Manajemen Persipura menegaskan bahwa aksi tersebut sama sekali tidak direncanakan untuk konsumsi publik.
“Kami tidak membuat konten apa pun. Kami bahkan tidak tahu siapa yang merekam sampai videonya viral,” ujar perwakilan manajemen.
Aksi sosial semacam ini disebut bukan kali pertama dilakukan Persipura. Klub asal Papua tersebut kerap menunjukkan kepedulian sosial, baik dengan berbagi kepada anak-anak di sekitar tempat latihan maupun melalui kegiatan rutin di panti asuhan.
“Bagi kami, sepak bola bukan hanya soal hasil pertandingan. Nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial harus tetap dijaga,” ungkap manajemen.
Setelah laga di Balikpapan, perjalanan Persipura di Pulau Borneo masih berlanjut.
Tim dijadwalkan menghadapi Barito Putera pada pekan ke-16 Grup Timur Championship 2025/2026 di Stadion 17 Mei, Martapura, Banjarmasin, Sabtu (17/1/2026).