Donald Trump Sambut Inter Miami dan Lionel Messi di Gedung Putih, Singgung Kehebatan Pele

AKURAT.CO, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyambut tim juara MLS, Inter Miami, bersama sang kapten, Lionel Messi, di Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (5/3) waktu setempat.
Pertemuan ini merupakan tradisi yang dilakukan Presiden AS. Yakni mengundang tim-tim-tim juara kompetisi olahraga negara tersebut ke Gedung Putih setelah musim berakhir.
Dalam pertemuan tersebut, Donald Trump menceritakan bahwa putranya, Baron Trump, adalah pengagum berat Lionel Messi.
Trump juga berterimakasih karena Messi memilih Inter Miami dan bermain di AS. Trump tahu La Pulga sebenarnya bisa bermain di klub lain di seluruh dunia.
"Kamu bisa saja pergi ke tempat lain di dunia, tim manapun di dunia, dan kamu memilih Miami. Saya hanya ingin berterimakasih karena kamu membawa kami semua dalam perjalanan ini," kata Trump.
Trump juga mengungkapkan bahwa pemain favoritnya adalah legenda sepakbola Brasil, Pele. Namun, ia mengamini ketika ia menanyakan siapa lebih baik antara Messi dan Pele dan orang-orang di ruangan tersebut menjawab Messi.
"Saya tidak seharusnya mengatakan ini karena saya sudah tua, tetapi saya menonton Pele bermain," kata Trump sebagaimana dipetik dari BBC.
"Saya tidak tahu, kamu (Messi) mungkin lebih baik dari Pele. Pele sangat hebat."
Trump juga memancing tawa karena ia secara khusus menanyakan apakah pemain Inter Miami lain yang juga rekan Lionel Messi, Rodrigo De Paul, hadir ke Gedung Putih.
De Paul yang persis berada di belakang Trump menyalami sang presiden sementara Luis Suarez yang berada di sebelahnya tertawa.
Trump dikenal sebagai penggemar olahraga dan terlibat dalam industrinya. Presiden AS ke-47 tersebut termasuk salah seorang yang berinvestasi untuk UFC pada periode permulaan di awal 1990-an.
Sambutan terhadap Inter Miami dan Lionel Messi kali ini juga sejalan AS bersiap menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026 bersama Kanada dan Meksiko pada Juni-Juli nanti.
Pada saat yang sama, Trump bicara soal kemungkinan melakukan invasi ke Kuba setelah operasinya di Iran rampung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








