Gianluigi Buffon: Lebih Mudah Melihat 1.000 Alien Ketimbang Melihat Italia Gagal ke Piala Dunia

AKURAT.CO, Kiper legendaris Tim Nasional Italia, Gianluigi Buffon, mengakui bahwa adalah hal yang tak masuk akal baginya tim nasionalnya gagal lolos ke Piala Dunia tiga kali beruntun.
Namun, hal tersebut sudah menjadi kenyataan kini. Kiper yang membawa Timnas Italia menjadi juara Piala Dunia 2006 itu mengakui bahwa kegagalan Azzuri melaju ke Piala Dunia tahun ini adalah hal yang menyakitkan.
“Adalah halaman yang menyakitkan bagi sepakbola Italia dan diri saya,” kata Gianluigi Buffon dalam wawancara dengan The Guardian.
“Jika mereka bilang kepada saya ini akan terjadi (12) tahun lalu saya akan bilang bahwa lebih mudah melihat 1.000 alien di sekitar saya ketimbang (melihat) Italia tidak lolos ke tiga turnamen (Piala Dunia) secara beruntun. Tetapi itu realita.”
Buffon sendiri terlibat dalam Timnas Italia yang gagal ke Piala Dunia 2026. Ia adalah Kepala Delegasi Timnas Italia yang dipimpin oleh eks rekan setimnya di Piala Dunia 2006, Gennaro Gattuso, pada posisi pelatih.
Italia harus absen di Piala Dunia 2026 selepas mereka kalah adu penalti pada final play-off melawan Bosnia-Herzegovina di Zenica, akhir Maret silam. Hasil ini berimbas pada mundurnya Buffon dari jabatannya di Timnas Italia.
Kiper dengan sepuluh scudetto bersama Juventus itu mencatat tiga penyebab mengapa sepakbola Italia mengalami penurunan dengan dampak tak lolos ke Piala Dunia tiga kali beruntun.
“Pertama adalah globalisasi, yang memungkinkan seluruh tim menjadi sangat kompetitif, dan rata-rata level permainan meningkat pesat,” kata Buffon.
“Kedua, 15 tahun lalu ketika kami terbiasa menang, secara taktik kami lebih kuat ketimbang lawan-lawan kami.
“Dan ketiga, kami punya beberapa pemain fantastis tetapi apa yang hilang adalah bakat-bakat kreatif seperti (Roberto) Baggio, (Alessandro) Del Piero, atau (Francesco) Totti yang pernah membantu kami menang.”
Menurut eks Kiper Juventus, Parma, dan Paris Saint-Germain itu, Timnas Italia harus mengakui masalah untuk bisa mengatasi kemerosotan.
“Jika kami jelas melakukan analisis, kami punya potensi untuk menciptakan masa depan yang jauh lebih baik. Tetapi jika Anda menyangkal adanya masalah, maka masalahnya akan selalu ada di sana,” ucap Buffon.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








