Florentino Perez Kasih Sinyal Awal untuk Barcelona, 'Psywar' Musim Depan Bakal Ekstrem?
AKURAT.CO, Sejumlah penafsiran muncul terhadap omelan Presiden Real Madrid, Florentino Perez, dalam konferensi pers “mendadak” yang digelarnya di kompleks klub, Madrid, Spanyol, Selasa (12/6/2026).
Bagi pendukung Florentino Perez, pernyataan-pernyataan tersebut bisa dianggap sebagai upaya seorang presiden mempertahankan martabat Real Madrid.
Pelatih Madrid, Alvaro Arbeloa, berada pada barisan ini. Setidaknya dari ucapannya saat dimintai komentar tentang pernyataan Florentino Perez yang di antaranya adalah menyebut Madrid dicurangi.
“Pendukung (Madrid) siapapun yang mendengar presiden kemarin akan setuju dengan mempertahankan kepentingan Real Madrid dan anggotanya,” kata Alvaro Arbeloa dalam sesi konferensi pers pada Rabu (13/5/2026) dipetik dari AS.
Sebaliknya, bagi para penentangnya, pernyataan Perez dianggap sebagai salah satu upaya untuk mengalihkan perhatian atas kegagalan di aspek keolahragaan sang presiden ketika Madrid tak mendapatkan gelar dalam dua musim beruntun.
Presiden Real Madrid, Florentino Perez, dan Presiden Barcelona, Joan Laporta, dalam salah satu pertandingan. X/Fabrizio Romano.
“Ucapan Florentino bagi saya menyedihkan dan penuh kebohongan,” kata Presiden Sementara Barcelona, Rafa Yuste.
“Klub (Barcelona) sudah mengeluarkan pernyataan kemarin, mempertimbangkan jalur hukum. Tetapi saya ingin mengatakan bahwa manuver Florentino Perez untuk menutupi bencana keolahragaan yang terjadi selama dua tahun tak membuatnya ke mana-mana.”
Apa Sebenarnya yang Diinginkan Florentino Perez?
Salah satu yang disorot dalam konferensi pers tersebut adalah ucapan Florentino Perez tentang Real Madrid seharusnya menjuarai 14 gelar La Liga alih-alih tujuh di masa kepemimpinannya.
Perez juga mengungkit kasus Negreira yang menyebut bahwa Barcelona membayar Wakil Presiden Komite Wasit Federasi Sepakbola Spanyol, Jose Maria Negreira, pada periode 2001-2018.
Pun demikian, agaknya Perez mengeluarkan sejumlah serangan terhadap La Liga dan, terutama, Barcelona, untuk menyiapkan kondisi sebelum memasuki musim depan setelah dua musim tanpa gelar.
Tak ayal, selama dua periode kepemimpinannya di Madrid (2000-2006 dan 2009-sampai sekarang) dua musim terakhir adalah periode terburuk karena Los Blancos sama sekali tak pernah menjadi juara.
Ekspresi pemain Real Madrid ketika tersingkir di Liga Champions 2025-2026 karena dikalahkan Bayern Munchen.
Dengan kata lain, Perez ingin membangun “permusuhan” sejak awal untuk menyiapkan kondisi “perang urat syaraf” atau psywar sepanjang musim depan sampai Madrid kembali menjadi juara.
Situasi ini sebenarnya sudah terjadi pada awal-awal periode keduanya ketika Barcelona mendominasi La Liga bersama Pep Guardiola di bangku pelatih dan Lionel Messi sebagai bintang.
Salah satu jalannya adalah mendatangkan Jose Mourinho yang baru saja membawa Inter Milan meraih trigelar untuk mematahkan dominasi Barcelona.
Semua penikmat sepakbola yang mengikuti sepakbola ketika Madrid di era Jose Mourinho (2010-2013) tahu betapa panasnya kompetisi Spanyol di kala itu.
Mourinho akhirnya sukses menghentikan Barcelona dengan meraih gelar La Liga pada 2011-2012 namun semusim kemudian ia dipecat karena Barcelona kembali menjadi juara.
Kini, konon Perez akan kembali mendatangkan Mourinho. Tetapi Mourinho punya pengalaman dari periode pertamanya di Madrid di mana taktik perang urat syaraf yang mencapai level ekstrem bisa bermata dua untuk dirinya sendiri.
Pelatih asal Portugal, Jose Mourinho, disebut-sebut akan kembali melatih Real Madrid mulai musim 2026-2027.
Yakni ia akan dipuji ketika berhasil namun ketika situasi tak berjalan dengan semestinya, pers Negeri Matador memperlakukan The Special One dengan “pengusiran” yang jelas tak hendak diinginkan sang juru taktik.
Dengan demikian, kemarahan Perez pada konferensi pers Selasa sore lalu hanyalah sinyal permulaan kepada Barcelona dan La Liga bahwa “permainan” musim depan tidak akan setenang dua musim terakhir.
“Hubungan saya dengan Barcelona benar-benar sudah rusak,” kata Perez. “Saya tidak ingin hubungan apapun dengan klub yang sudah membayar wasit selama dua dekade.”
Dari sisi kesepakbolaan, situasi tersebut akan membuat kompetisi semakin hangat. Apalagi jika Jose Mourinho benar-benar datang ke Madrid untuk kali kedua dalam situasi Perez yang sedang kesal.
Kemudian di ujung sana ada Barcelona yang akan bersiap dengan segala kemungkinan. Pelatih Barcelona, Hansi Flick, mungkin akan menghadapi suasana “permusuhan ekstrem” dari kubu Madrid yang belum pernah dirasakannya di dua musim pertamanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 8Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal





