Guti: Real Madrid Kurang Investasi di Akademi, Dalam Hal Ini Saya Cemburu dengan Barcelona

AKURAT.CO, Lahir di Madrid, belajar sepakbola di Real Madrid, dan menghabiskan sebagian besar karier di Real Madrid, Guti adalah Madridista “luar dalam”. Eks gelandang berusia 49 tahun ini punya pendapatnya sendiri tentang Real Madrid saat ini.
Berbicara dalam program wawancara yang dipandu oleh eks rekan setimnya semasa bermain di Real Madrid, Iker Casillas, salah satu yang disorot oleh Guti adalah kurangnya investasi Los Blancos terhadap akademi.
Sebagai alumni Akademi Real Madrid, Guti berharap lebih banyak pemain yang sepertinya bisa menembus tim utama. Dalam rivalitas dengan Barcelona, eks pemain Besiktas ini mengakui iri dengan akademi klub lawan.
“Akademi pemain muda Real Madrid tidak mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan. Mereka (manajamen klub) lebih suka membelanjakan uang untuk pemain dari tempat lain,” kata Guti sebagaimana dipetik dari AS.
“Sebagai seorang pendukung Real Madrid, saya ingin melihat lebih banyak pemain asli (dari akademi). Barcelona berinvestasi lebih banyak di akademi pemain muda. Dalam hal itu, saya cemburu.”
Guti juga bicara tentang kondisi Real Madrid saat ini yang baru saja menyelesaikan dua musim tanpa gelar. Menurutnya skuad Madrid saat ini tidak solid dan keputusan memecat Xabi Alonso dianggapnya terburu-buru.
“Saya melihat Real Madrid sangat tidak konsisten. Saya membandingkan mereka dengan Galacticos. Pemainnya hebat, tetapi kurang kelengketan sebagai sebuah tim,” kata Guti.
“Pemecatan Xabi mengejutkan bagi saya. Itu bukan perjudian lima bulan atau setahun. Dia adalah pelatih untuk masa depan. Sesuatu yang aneh terjadi di ruang ganti sehingga mereka akhirnya memecat dia.”
Tentang penunjukan Alvaro Arbeloa yang semula melatih tim junior untuk menggantikan Xabi Alonso, Guti menganggapnya dilakukan tidak pada waktu yang tepat.
“Arbeloa diberikan cawan beracun. Pada waktu-waktu tertentu, saya kira dia berhasil. Ketika Anda di Castilla (tim junior Madrid), Anda tak punya pilihan selain mengambilalih tim utama,” kata Guti.
“Itu jelas bukan waktu yang ideal.”
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal






