Akurat Logo

Inggris vs Kroasia: Thomas Tuchel Akui Three Lions Sempat Gugup, Terlalu 'Overthinking'

Dian Eko Prasetio | 18 Juni 2026, 13:01 WIB
Inggris vs Kroasia: Thomas Tuchel Akui Three Lions Sempat Gugup, Terlalu 'Overthinking'
Pelatih Tim Nasional Inggris, Thomas Tuchel, di sela pertandingan timnya versus Kroasia untuk Grup L Piala Dunia 2026 di Dallas, Amerika Serikat, Rabu (17/6/2026) atau Kamis pagi WIB. X/IndianManUnited

AKURAT.CO, Pelatih Tim Nasional Inggris, Thomas Tuchel, buka-bukaan mengenai performa anak asuhnya saat menumbangkan Kroasia 4-2 pada laga perdana Grup L Piala Dunia 2026 di Stadion AT&T, Dallas, Texas, Amerika Serikat, Kamis (18/6/2026) pagi WIB.

Thomas Tuchel mengakui bahwa armada The Three Lions sempat diselimuti rasa gugup dan beban psikologis yang besar pada babak pertama sebelum akhirnya tampil dominan di paruh kedua laga pembuka Piala Dunia kali ini.

Inggris sejatinya sempat unggul dua kali pada babak pertama lewat penalti ulang Harry Kane dan sundulan bomber Bayern Munich tersebut.

Namun, Kroasia selalu berhasil menyamakan kedudukan melalui Martin Baturina dan Petar Musa akibat kelengahan lini belakang Inggris.

Thomas Tuchel tidak menampik bahwa timnya sempat bermain di luar rencana pada 45 menit pertama. Rasa takut kehilangan keunggulan membuat Harry Kane dan kolega justru bermain terlalu defensif.

"Saya melihat ada sedikit rasa gugup. Kami terlalu banyak berpikir (overthinking) dalam mengambil keputusan. Ketika harus bermain pendek kami malah melepaskan umpan panjang, begitupun sebaliknya," kata Tuchel dikutip ESPN.

https://akurat.co/bola/866329/inggris-vs-kroasia-harry-kane-brace-tiga-singa-hajar-vatreni-dalam-drama-6-gol

Mantan pelatih Chelsea dan Bayern Munich itu juga menambahkan bahwa bermain bertahan sebenarnya bukanlah identitas asli dari taktik yang ia usung.

"Saya merasa para pemain berpikir mereka harus melindungi sesuatu (keunggulan) dan akhirnya kami dihukum karena itu. Secara psikologis itu tidak mudah. Namun, saya sangat menyukai reaksi mereka setelah turun minum," imbuhnya.

Suntikan motivasi dari Tuchel di jeda antarbabak terbukti ampuh. Inggris langsung tancap gas pada babak kedua dan sukses menambah dua gol melalui sepakan berkelas Jude Bellingham dan gol pengunci dari Marcus Rashford.

Kapten Inggris, Harry Kane, memberikan kredit khusus kepada sang manajer atas perubahan performa timnya di lapangan.

"Kredit penuh untuk manajer. Dia memberikan pidato luar biasa di ruang ganti saat jeda. Dia berkata: 'jika kita harus kalah, kalahlah dengan cara kita sendiri'. Anda bisa lihat bagaimana kami keluar di babak kedua dengan gas pol," ucap Kane.

Selain itu, dua gol yang dicetak Kane dalam laga ini juga menorehkan tinta emas bagi sang pemain. Ia kini mengoleksi total sepuluh gol di ajang Piala Dunia, menyamai rekor legendaris milik Gary Lineker.

Selain itu, Kane menjadi pemain Inggris kedua setelah David Beckham yang mampu mencetak gol di tiga edisi Piala Dunia berbeda.

Kemenangan Inggris sempat diwarnai kekhawatiran setelah gelandang jangkar Declan Rice ditarik keluar pada menit ke-72. Namun, Tuchel langsung meredam spekulasi cedera parah sang pemain.

"Declan merasakan tidak nyaman di area punggung bawah dan otot paha belakang atas (hamstring). Saya tidak mau mengambil risiko jadi saya menariknya keluar untuk berjaga-jaga. Di akhir laga dia meyakinkan saya bahwa kondisinya baik-baik saja," jelas Tuchel.

Dengan modal kemenangan penting ini, Inggris selanjutnya akan menantang Ghana di Foxborough, Massachusetts, pada hari Selasa mendatang. Sementara itu, Kroasia akan mencoba bangkit saat bersua Panama di Toronto pada hari yang sama.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.