Akurat Logo

Piala Dunia 2026 Bikin Demam Lucha Libre Meledak, Arena Gulat Meksiko Dipenuhi Wisatawan Mancanegara

Fitra Iskandar | 2 Juli 2026, 13:54 WIB
Piala Dunia 2026 Bikin Demam Lucha Libre Meledak, Arena Gulat Meksiko Dipenuhi Wisatawan Mancanegara
Luca Libre. Ilustrasi

 AKURAT.CO Piala Dunia 2026 tak hanya membawa euforia sepak bola ke Meksiko. Di balik gegap gempita pertandingan, olahraga tradisional lucha libre justru menikmati lonjakan popularitas yang luar biasa, dengan ribuan wisatawan asing memadati arena gulat ikonik untuk merasakan langsung budaya khas Negeri Aztec.

Di jalan-jalan sekitar stadion, restoran, hingga bar, sosok-sosok bertopeng warna-warni kini menjadi pemandangan yang tak terpisahkan dari atmosfer Piala Dunia. Topeng lucha libre bahkan menjadi salah satu suvenir paling diburu para pendukung tim nasional dari berbagai negara.

Salah satu pusat perhatian adalah Arena México, yang dijuluki sebagai "Katedral Lucha Libre". Saat pertandingan sengit Piala Dunia berlangsung di Guadalajara, ribuan penonton justru memadati arena tersebut untuk menyaksikan duel spektakuler antara Místico dan Máscara Dorada melawan The Beast Mortos serta Sammy Guevara.

Atmosfer yang dihadirkan disebut-sebut tak kalah meriah dibanding pertandingan sepak bola.

"Ini benar-benar luar biasa. Kalau datang ke Meksiko, rasanya belum lengkap kalau belum menonton lucha libre. Ini tradisi yang luar biasa," ujar Andy Winston, wisatawan asal Manchester, Inggris, yang mengikuti rangkaian Piala Dunia di Kanada, Amerika Serikat, dan Meksiko.

Wisatawan Dunia Terpikat Budaya Lucha Libre

Fenomena ini juga dirasakan oleh Henrique Nunes dos Santos, pendukung asal Brasil yang mengaku terkesan dengan pengalaman pertamanya menyaksikan lucha libre secara langsung.

"Pertunjukannya jauh lebih hebat dari yang saya bayangkan. Energinya sangat luar biasa dan membuat penonton benar-benar larut dalam setiap pertandingan," katanya.

Di tribun Arena México, para penonton mengenakan jersey berbagai negara, mulai dari Inggris, Jepang, Korea Selatan, Brasil, Kolombia, Spanyol hingga Meksiko. Hal itu menunjukkan bahwa lucha libre kini menjadi bagian dari agenda wajib wisatawan selama gelaran Piala Dunia.

Warisan Budaya yang Menjadi Identitas Meksiko

Lucha libre telah menjadi bagian penting dari budaya Meksiko selama hampir satu abad. Tradisi ini menggabungkan teknik gulat Amerika, gulat Yunani-Romawi, akrobat udara, serta unsur teater yang menciptakan pertunjukan penuh drama.

Sejak 2018, lucha libre bahkan ditetapkan sebagai salah satu warisan budaya Kota Meksiko.

Juru bicara World Wrestling Council, Julio César Rivera, mengatakan olahraga tersebut telah menjadi identitas bangsa.

"Lucha libre sudah menjadi bagian dari akar budaya kami selama hampir 93 tahun. Ini bukan sekadar olahraga, tetapi juga simbol yang dikenal dunia sebagai representasi Meksiko," ujarnya.

Topeng Ikonik Jadi Simbol Paling Diburu

Salah satu ciri khas lucha libre adalah penggunaan topeng yang penuh warna dan memiliki makna simbolis. Topeng-topeng tersebut bukan hanya menyembunyikan identitas pegulat, tetapi juga melambangkan karakter, sejarah, hingga kekuatan mistis yang melekat pada masing-masing tokoh.

Tak heran, selama Piala Dunia 2026, para pedagang topeng memenuhi kawasan sekitar stadion dan destinasi wisata. Jumlah topeng yang dijual bahkan disebut mampu menyaingi penjualan bendera negara peserta.

Meski aturan keamanan FIFA melarang penonton mengenakan topeng di dalam stadion, sejumlah suporter tetap terlihat memakainya saat mendukung tim favorit mereka.

Efek Piala Dunia Dongkrak Pariwisata Meksiko

Pakar lucha libre dari National Autonomous University of Mexico, José Ángel Garfias Frías, menilai penyelenggaraan Piala Dunia telah memberikan dampak signifikan terhadap industri hiburan dan pariwisata Meksiko.

Menurutnya, banyak wisatawan memilih menginap di Meksiko sebelum melakukan perjalanan ke Amerika Serikat atau Kanada untuk menyaksikan pertandingan tim nasional mereka. Selama berada di Meksiko, mereka memanfaatkan waktu untuk menikmati berbagai atraksi budaya, termasuk menyaksikan laga lucha libre.

"Kami melihat arena-arena lucha libre jauh lebih ramai dibanding biasanya. Banyak wisatawan datang dengan mengenakan jersey negara masing-masing," katanya.

Lebih dari Sekadar Olahraga

Bagi masyarakat Meksiko, lucha libre bukan hanya hiburan, tetapi bagian dari identitas nasional yang diwariskan lintas generasi.

Pegulat Dragón Legendario bahkan menilai lucha libre lebih mencerminkan karakter masyarakat Meksiko dibanding sepak bola.

"Di sini semua orang datang. Mulai dari nenek-nenek, pengusaha, hingga pedagang kecil. Lucha libre benar-benar menyatukan semua kalangan. Inilah budaya yang paling merepresentasikan Meksiko," ujarnya.

Dengan meningkatnya jumlah wisatawan selama Piala Dunia 2026, popularitas lucha libre diperkirakan akan terus melonjak dan semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu ikon budaya paling mendunia dari Meksiko.

 Sumber: ABC

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.