Piala Dunia 2026: Brasil Tersingkir, Akhir Bagi Neymar Awal Bagi Carlo Ancelotti

AKURAT.CO, Kegagalan Brasil di Piala Dunia 2026 sejatinya tak mengejutkan jika membaca isyarat perpanjangan kontrak sang pelatih, Carlo Ancelotti, Mei silam. Yang jadi soal, tidakkah tersingkir di babak 16 besar terlalu awal bagi Selecao?
Sebulan sebelum Piala Dunia 2026 bergulir, Federasi Sepakbola Brasil (CBF) memperpanjang kontrak Ancelotti sampai Piala Dunia 2030. Juru taktik asal Italia itu sejatinya disiapkan untuk membawa Brasil menjuarai Piala Dunia 2030.
Pun begitu, Brasil tetaplah Brasil. Kegagalan tetap menyakitkan terlebih setelah mereka tersingkir di babak 16 besar melalui kekalahan 1-2 versus Norwegia di Stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat, Minggu (5/7/2026) atau Senin dini hari WIB.
Dalam laga tersebut, Brasil gagal mencetak gol melalui penalti Bruno Guimaraes di menit kesepuluh. Mereka kebobolan oleh dwigol Erling Haaland di babak kedua dan baru bisa membalas melalui penalti Neymar di ujung tambahan waktu.
Sejumlah pihak menyebut bahwa Brasil yang dibawa Ancelotti ke Kanada-Meksiko-Amerika Serikat tahun ini adalah “Brasil tua”. Dengan kata lain para pemain di skuadnya adalah pesepakbola-pesepakbola berumur.
Ancelotti di antaranya memanggil nama-nama seperti Casemiro (34 tahun), Neymar (34 tahun), Danilo (34 tahun), dan Weverton (38 tahun). Rata-rata usia pemain skuad asuhan Ancelotti adalah 29,5 tahun.
Bagi Neymar, ketersingkiran Brasil di Piala Dunia 2026 adalah akhir yang pahit bagi kariernya bersama tim nasional. Berurai air mata, Neymar mengingat bahwa Stadion MetLife adalah tempat di mana dia menjalani debut pada 2010 dan laga penutup.
“Saya berusaha, saya berusaha… sekarang sudah berakhir!” kata Neymar sebagaimana dipetik dari BBC. “Saya mulai di sini, saya mengakhiri di sini.”
Di sisi lain, Ancelotti punya pandangan yang berbeda. Bagi pelatih non-Brasil pertama Selecao itu kegagalan di Piala Dunia 2026 adalah siklus yang baru baginya.
“Saya tidak menganggap ini adalah akhir. Saya kira ini adalah awal dari siklus baru,” kata Ancelotti usai kekalahan kontra Norwegia.
“Apa yang bisa saya katakan, apa yang kami bisa lakukan dan akan kami lakukan, adalah tetap bekerja keras untuk tim nasional, tetap berusaha memperbaiki dan menemukan ide-ide baru.”
Ancelotti tidak berlebihan. Kerja sesungguhnya bersama Brasil baru akan dimulai pasca Piala Dunia 2026 menuju 2030. Sebelum itu, pelatih dengan lima trofi Liga Champions dan trofi liga di empat negara berbeda itu akan menjajal Copa America 2028.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








