HEBOH Diduga Korban Pemerkosaan, Bocah Perempuan Ditemukan Tewas Penuh Luka di Gua Buton Selatan

AKURAT.CO Bocah perempuan yang diindentifikasi berusia 6 tahun ditemukan tewas tanpa busana di dasar jurang Desa Kaofe, Kecamatan Kadatua, Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara, pada akhir pekan lalu.
Diungkapkan oleh Kasi Humas Polres Baubau, AKP Abdul Rahmad bahwa korban diduga mengalami tindak penganiayaan.
"(Dugaan sementara) Masih penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia," tuturnya, dikutip Rabu (28/2/2024).
Baca Juga: Sejumlah Pemain Manchester United Meminta Libur usai Kalah dari Fulham di Old Trafford
Dugaan penganiayaan berdasarkan hasil visum luar di tubuh korban, kata Rahmad, dengan terdapat beberapa luka di tubuh bocah tersebut.
Meskipun begitu, hingga saat ini polisi masih mengumpulkan bukti cukup untuk memastikan penyebab kematian korban. Rahmat mengatakan pihaknya sudah melakukan proses autopsi di RS Bhayangkara Kendari.
"Kami masih menunggu hasila autopsi untuk memastikan hal tersebut. Untuk proses autopsi dilakukan Tim Forensik RS Bhayangkari Kendari," jelasnya.
Sebelumnya saat visum awal, sudah ditemukan sejumlah luka pada kepala, dada vagian kanan dan alat vital yang rusak pada korban.
Baca Juga: Profil Harun Masiku, Eks Kader PDIP yang Jadi Buronan KPK Sejak 2020
Korban yang diketahui bernisial S itu ditemukan tewas di dasar jurang dengan tubuh terhimpit di celah batu cadas yang ditutupi batu dengan tanpa busana.
Saat ditemukan hanya terlihat tangan dan kaki korban yang akhirnya ditemukan oleh warga.
Dari temuan awal, diduga kuat korban yang masih duduk di bangku TK merupakan korban pemerkosaan dan pembunuhan.
Diketahui, ayah korban menuturkan bahwa anaknya sempat hilang sejak Kamis pekan lalu hingga pihak keluarga mengunggah kabar hilangnya S di media sosial namun hasilnya nihil.
Baca Juga: NBA Hari Ini: Berjaya di Kandang Bulls, Detroit Pistons Hentikan Tren 6 Kekalahan Beruntun
"Sudah tidak pulang sejak hari Kamis, tapi saya pikir tidur di rumah kakaknya karena kebiasaannya selalu seperti itu," tuturnya.
Menurut pengakuan ayah korban, S tinggal bersama ibu angkatnya dan memiliki kebiasaan selalu bermalam di rumah kakaknya bahkan hingga satu pekan.
Namun, pada Sabtu malam saat kembali menanyakan keberadaan korban kepada kakak angkatnya hasilnya di luar dugaan.
Keluarga yang khawatir akhirnya memutuskan untuk melaporkan hilangnya S ke Polsek Kadatua.
Tiga desa yang berada di sekitar korban terakhir terlihat ikut serta dalam pencarian S.
Kapolsek Kadatua, IPDA La Ode Muhammad Wahid mengatakan 3 desa tersebut melakukan penyisiran mulai dari jalan raya hingga ke arah laut.
Dalam pencarian ada sekelompok anak muda yang dipimpin oleh pria berinisial A menemukan mayat pada sebuah goa di dasar jurang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








