VIRAL Bullying Siswa SD di Indramayu Ditendang Hingga Ditelanjangi, Ternyata Ini Motif Pelaku

AKURAT.CO Kasus perundungan kembali terjadi di dunia pendidikan, baru-baru ini viral di media sosial aksi bullying siswa SD di Indramayu, Jawa Barat.
Sebuah video yang berdurasi 2 menit 14 detik menunjukkan korban bullying ditelanjangi dan ditendang oleh sejumlah siswa lainnya.
Meskipun sudah tanpa pakaian, korban bullying di Indramayu itu mencoba keluar dari salah satu ruangan, tetapi tiga siswa laki-laki yang mengenakan seragam olahraga terlihat memojokkan dan menendang tubuhnya.
Awalnya, ibu dari korban, Fatimah (40), tidak menyadari apa yang dialami oleh putranya.
Namun, dia mulai curiga ketika melihat perilaku anaknya yang tidak biasa pada hari itu.
Menurut keterangan Fatimah, putranya yang berinisial HA pulang ke rumah saat jam istirahat.
Dia terlihat sangat marah dan bahkan menyerang dan memukul adik dan kakaknya.
"Saya saat itu lagi sakit, anaknya diem aja. Tapi dia ngamuk-ngamuk pukuli adik kembarnya, mungkin enggak berani sama teman-temannya jadi emosinya di rumah, ya saya diam aja. Habis itu, setelah satu jam dia diem terus tidur," ungkap Fatimah.
Empat hari setelah kejadian, Fatimah dipanggil ke sekolah.
Meskipun begitu, ia masih belum mengetahui tentang aksi bullying yang dialami oleh putranya.
Bahkan, saat bertemu dengan pihak terduga pelaku di sekolah, ia sempat bersalaman dengan mereka.
Lebih lanjut, Fatimah sangat terkejut ketika diperlihatkan rekaman video perundungan itu pada saat mediasi, Rabu (28/2/2024).
Baca Juga: VIRAL Oknum Ojol Perkosa Siswa SD di Serang Banten, Netizen Bongkar Sosoknya
Dia merasa sangat terpukul dan tak bisa menahan tangis melihat anaknya diperlakukan dengan cara itu.
Akibat aksi bullying yang menimpa anaknya, Fatimah dan paman korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke polisi.
"Senakal-nakalnya anak biasanya enggak kayak gini. Masa ditelanjangin ditendang sana sini," jelas Fatimah
Sekolah menyatakan bahwa perundungan tersebut berasal dari rasa sakit hati yang dirasakan oleh pelaku setelah diejek oleh korban.
Tia, yang juga sebagai wali kelas siswa dalam video perundungan, menjelaskan bahwa korban sebelumnya mengejek pelaku karena sepedanya telah dijual.
Menurutnya, peristiwa tersebut terjadi karena emosi anak-anak yang belum stabil.
Paman korban, Faisal, menyatakan bahwa pelaporan dilakukan karena peristiwa tersebut telah menyebabkan kerusakan psikologis.
Bahkan, keponakannya mengalami pembengkakan pada tubuh setelah insiden tersebut.
Selain itu, Kasat Reskrim Polres Indramayu AKP Hillal Adi Imawan, menyatakan saat ini polisi masih memeriksa kebenaran dan keaslian dari rekaman video tersebut.
"Tim sedang turun untuk mengecek kebenaran video tersebut," tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






