Namun ironisnya, keluarga Iwan Sutrisman baru mengetahui tentang kematian Iwan Sutrisman Telaumbanua pada 29 Maret 2024.
Aksi pembunuhan yang dilakukan oleh Serda Adan terhadap korban tidak dilakukan sendirian, melainkan dibantu oleh seorang temannya yang bukan anggota militer.
Diketahui Adan Aryan Marsal yang juga dikenal sebagai Serda Adan, adalah seorang anggota TNI AL dengan pangkat Sersan Dua (Serda) dan memiliki Nomor Registrasi Pusat (NRP) 131873.
Serda Adan menjabat sebagai Baur Hartib di Kesatuan Puspomal.
Dikutip dari berbagai sumber, awalnya Iwan meminta bantuan rekannya, Serda Adan, untuk membantunya lolos dalam seleksi menjadi anggota TNI. Serda Adan menyetujuinya dan menyampaikan bahwa diperlukan uang jaminan sekitar Rp200 juta.
Baca Juga: MIRIS! Dikira Tugas, Eks Casis Bintara TNI AL Ternyata Tewas Dibunuh 1 Tahun Lalu dan Mayatnya Dibuang ke Jurang
Namun, hasilnya tidak sesuai harapan karena Iwan tidak lulus dalam seleksi Bintara Gelombang Tahun 2022.
Agar Iwan tidak merasa kecewa, ia menyarankan untuk mengikuti tes di Padang karena akan mendapat bantuan dari pamannya yang bertugas di Lantamal II Padang.
Tanpa ragu, keluarga setuju dengan permintaan Serda Adan agar anak mereka mengikuti tes di Padang.
Kabar yang menggembirakan datang ketika Serda Adan mengirim foto Iwan yang sudah mengenakan seragam TNI dan rambutnya telah digunduli.
Keluarga pun pergi ke Padang untuk menghadiri pelantikan anak mereka, tetapi Serda Adan memberitahu mereka bahwa acara tersebut akan ditunda.
Namun setelah kurang lebih satu tahun, keluarga Iwan masih belum mendapatkan kelanjutan informasi pelantikan tersebut. Lalu pada tanggal 27 Maret 2024, keluarga akhirnya melaporkan masalah ini ke Lanal Nias untuk mencari tahu keberadaan anak mereka.
Mereka sangat terkejut ketika mendapat hasil laporan dari Lanal Nias yang menyatakan bahwa anak mereka telah meninggal sejak tanggal 24 Desember 2022.
Berdasarkan laporan dari Lanal Nias, Iwan diserang dengan tusukan sebanyak 3 hingga 4 kali di perutnya, kemudian jenazahnya dibuang ke jurang dangkal di sekitar Talawi Sawahlunto, dekat dengan tempat penusukan.
Setelah tewasnya Iwan, Serda Adan pun masih terus mengarang berbagai kebohongan untuk mengeksploitasi keluarga korban.