BMKG Imbau Pelaku Pariwisata Waspadai Gelombang Tinggi di Labuan Bajo

AKURAT.CO Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat, nelayan, dan pelaku pariwisata di wilayah perairan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi dan arus laut yang kuat.
Kepala Stasiun Meteorologi Komodo, Maria Patricia Christin Seran, menjelaskan bahwa berdasarkan pemantauan radar maritim BMKG di perairan utara Kepulauan Komodo, kecepatan arus laut terdeteksi berada pada kategori sedang pada pagi hari dan meningkat tajam di siang hingga sore hari.
"Data menunjukkan arus laut pagi berkisar 0,25–0,50 meter per detik dan meningkat menjadi 0,50–1 meter per detik siang hingga sore," ujarnya.
Ia menambahkan, kondisi tersebut dapat membahayakan aktivitas pelayaran, terutama kapal kecil, serta kegiatan wisata seperti snorkeling dan menyelam.
"Potensi gelombang tinggi dan arus kuat bisa sangat berisiko. Masyarakat dan pelaku wisata maritim disarankan untuk selalu memantau pembaruan cuaca, dan menghindari perairan dengan arus deras,” lanjutnya.
Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo juga telah mengeluarkan Notice to Mariners pada 21 Oktober 2024, yang mengimbau seluruh kapal menghindari kawasan sekitar Pulau Kelor dan selatan Pulau Padar pada 22–29 Oktober 2024, seiring dengan potensi gelombang tinggi dan angin kencang di wilayah Taman Nasional Komodo (TNK).
Maria menjelaskan, meski tinggi gelombang cenderung stabil berkisar 0,5–1,25 meter di utara dan bisa mencapai 1,5 meter di selatan, namun kecepatan arus laut menjadi sorotan utama. Fenomena ini dipengaruhi oleh suhu udara tinggi serta dampak tidak langsung Siklon Tropis Trami di Laut Filipina.
“Suhu permukaan laut yang tinggi meningkatkan penguapan, menciptakan atmosfer yang lembap dan panas. Ini memperkuat kecepatan arus. Ditambah, siklon tropis menarik massa udara ke wilayah NTT dan meningkatkan kecepatan angin yang mendorong arus laut menjadi lebih kuat dan tidak beraturan,” terangnya.
BMKG mengimbau masyarakat, khususnya pelaku industri pariwisata, untuk menjadikan peringatan ini sebagai perhatian serius demi keselamatan wisatawan dan awak kapal di sekitar kawasan wisata Labuan Bajo yang sedang berkembang pesat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










