AKURAT.CO Sekitar 4 bulan bencana galodo (banjir lahar dingin) mendera daerah Tanah Datar dan Bukittinggi. Tanah Datar yang berdampak parah dengan galodo ini. Bantuan dengan sigap berdatangan dari perantauan dan masyarakat Minangkabau.
Akurat.co mendapat surat rapat penyaluran dana bantuan Bencana Alam Lahar Dingin, Galodo dan Longsor yang bersumber dari masyarakat. Surat ini diterbitkan Sekretariat Daerah Kabupaten Tanah Datar mencatat dana bantuan bersumber di 3 bank yakni Bank Nagari, BSI, dan BRI.
Total bantuan galodo senilai Rp3,1 miliar, tepatnya Rp3.126.257.651. Namun, Bupati Tanah Datar, Eka Putra menyerahkan bantuan simbolis korban bencana alam pada Senin (9/9/2024) senilai Rp2,6 miliar, tepatnya Rp2.625.960.532. Kemana sisanya Rp500 juta?
Dalam dokumen tersebut, bantuan disarankan didistribusikan untuk berbagai keperluan termasuk biaya berobat rawat jalan, rehab rumah, santunan meninggal dunia dan hilang, bantuan ke kepala keluarga terdampak ekonomi/ usaha serta bantuan masjid/ mushola. Sementara untuk perbaikan infrastruktur yang rusak seperti jalan, irigasi, lahan pertanian dan lainnya diusulkan lewat dana rehab rekon APBN dan APBD Kabupaten Tanah Datar.
Baca Juga: Pemkab Tanah Datar Diduga Terima Gratifikasi Tender Jalan Senilai Puluhan Miliar Rupiah
Sementara itu, mengutip dari social media instagram @prokopim_tanahdatar, Bupati Tanah Datar, Eka Putra yang langsung memberi sambutan mengatakan bantuan tersebut berasal dari donasi masyarakat yang dikelola oleh Baznas Kabupaten Tanah Datar.
"Bantuan ini berasal dari sumbangan/donasi masyarakat yang dikumpulkan, dikelola dan disalurkan secara langsung oleh Baznas kabupaten Tanah Datar, jadi bukan seperti isu-isu yang beredar bahwa bantuan dikelola oleh Dinas Sosial. Jumlah bantuan yang akan bapak/ibu terima nanti juga jumlahnya bervariasi, sesuai dengan kerugian yang kita alami. Intinya kita harus bersyukur, karena banyak orang yang memberikan bantuan untuk kita," ujarnya.
Eka juga mengajak kepada seluruh korban agar selalu bersyukur, atas bantuan ini dan memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya. "Tolong bantuan ini diterima. Semoga berkah buat kita dan mari kita do’akan orang yang memberikan bantuan selalu diberikan kesehatan dan dimurahkan rezekinya, Aamiin," ajaknya.
Menariknya, Baznas malah meminta biaya operasional Rp50 juta. Kalau dana bantuan bencana saja ditilap, berharap apa ke pemda ini?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal










