Akurat
Pemprov Sumsel

Korban Terus Bertambah, PAFI Tual Gencar Sosialisasikan Bahaya Narkoba kepada Generasi Muda

Leo Farhan | 30 Oktober 2024, 20:56 WIB
Korban Terus Bertambah, PAFI Tual Gencar Sosialisasikan Bahaya Narkoba kepada Generasi Muda

AKURAT.CO Pemakaian narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya (narkoba) dikalangan generasi muda semakin mengkhawatirkan. Hal ini terlihat dari terus bertambahnya korban narkoba dari generasi muda setiap waktu.

Kerugian yang harus diderita oleh pengguna narkoba sangat besar. Hal ini yang menjadi keprihatinan oleh Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Tual mengingat banyaknya kalangan generasi muda yang menjadi korban.

Untuk mencegah bertambahnya korban pemakaian narkoba di kalangan generasi muda, PAFI Tual (pafitual.org) secara aktif turun ke lapangan untuk melakukan edukasi dan sosialisasi dengan gencar. Hal ini dilakukan dengan menurunkan pengurus dan anggota PAFI Tual yang beranggotakan apoteker dan tenaga teknis kefarmasian tersebut.

Penggunaan narkoba sendiri membawa banyak dampak negatif. Seperti membuat lemah sistem daya tahan tubuh; menimbulkan gangguan pada otak, kognitif, syaraf, liver, sistem pencernaan, depresi serta dapat menimbulkan gagal jantung hingga menyebabkan kematian.

Bahkan pemakai narkoba juga rentan tertular penyakit HIV/ AIDS, penyakit yang sampai saat ini belum ditemukan obat untuk penyembuhannya.

Narkoba juga dapat menyebabkan seseorang menjadi pelaku kejahatan. Hal ini disebabkan dengan efek ketagihan yang disebabkan dari pemakaian narkoba.

Ketika tubuh membutuhkan narkoba, namun tidak ada uang untuk membeli, maka jalan yang dilakukan adalah melakukan perbuatan kriminal seperti mencuri atau merampok. Hal ini membuat seseorang menjadi jahat akibat kecanduan narkoba

Maraknya pemakaian narkoba di kalangan generasi muda ini telah menjadi keprihatinan semua orang. Hal ini mengingat generasi muda merupakan generasi penerus yang sangat dibutuhkan untuk mendukung kesuksesan pembangunan, baik di tingkat daerah maupun nasional.

PAFI Tual memandang bahwa diperlukan upaya dan kerja keras untuk mencegah penyebaran narkoba yang diiringi dengan langkah untuk memberantasnya. Sinergitas antara PAFI Tual dengan seluruh stakeholder terkait sangat dibutuhkan untuk mewujudkan upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba.

Karena itu, PAFI Tual  melakukan upaya-upaya untuk mencegah pemakaian narkoba di kalangan generasi muda. Di antaranya melalui edukasi ke sekolah-sekolah, mulai dari tingkat SD, SMP, SMA sampai perguruan tinggi.

Selain menerjunkan anggota, PAFI Tual juga menggandeng stakeholder dalam mensosialisasikan upaya pencegahan pemakaian narkoba di kalangan generasi muda. Seperti tenaga pendidik, tenaga kesehatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, aparat penegak hukum, dan juga orang tua

PAFI Tual memandang bahwa keterlibatan para stakeholder ini sangat dibutuhkan dalam melakukan sosialisasi. Hal ini mengingat jumlah generasi mudah yang sangat banyak di Kota Tual dan memiliki persebaran yang luas. Sehingga kehadiran para stakeholder untuk sosialisasi ini sangat dibutuhkan.

Selain edukasi, PAFI Tual juga aktif terlibat dalam aspek kuratif atau penyembuhan bagi para pemakaian narkoba yang tengah menjalani rehabilitasi. Hal ini untuk mendukung proses penyembuhan itu agar berjalan dengan efektif dan efesien sehingga penderita narkoba yang telah sembuh tidak lagi menjadi pecandu.

Berbagai upaya ini merupakan salah satu peran PAFI Tual di tengah-tengah masyarakat.  Kehadiran PAFI Tual harus mampu memberikan kontribusi terhadap masyarakat. Salah satunya adalah melakukab pencegahan pemakaian narkoba di kalangan generasi muda.

Tentang PAFI

Keberadaan ahli farmasi Indonesia telah ada sejak Proklamasikan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.

Para ahli farmasi telah berjuang bahu membahu dengan semua golongan masyarakat, untuk melenyapkan penjajahan dari muka bumi Indonesia, serta turut aktif mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan kemudian ikut serta dalam Pembangunan Masyarakat dan Negara.

Oleh karena itu, ahli farmasi Indonesia merupakan salah satu potensi pembangunan yang tidak pernah absen dalam perjuangan pembangunan begara.

Sebagai salah satu potensi pembangunan sesuai fungsinya, ahli farmasi Indonesia disamping tugas keseharian, tetap ikut serta mempertinggi taraf kesejahteraan umum, khususnya dibidang kesehatan masyarakat dan farmasi.

Kemudian pada tanggal 13 Februari 1946, di Yogyakarta dibentuklah suatu organisasi yang dinamakan “Persatuan Ahli Farmasi Indonesia" sebagai wadah untuk menghimpun semua tenaga yang bakti karyanya di bidang farmasi, Persatuan Ahli Farmasi Indonesia selanjutnya disingkat “PAFI.

PAFI dan Pengurus Pusat PAFI berkedudukan di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berasaskan Pancasila,. PAFI adalah organisasi profesi yang bersifat kekaryaan dan pengabdian.

Adapun tujuan PAFI adalah :

1. Mewujudkan Masyarakat Adil dan Makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945

2. Mewujudkan Derajat Kesehatan yang Optimal bagi Masyarakat Indonesia.

3. Mengembangkan dan meningkatkan Pembangunan Farmasi Indonesia

4. Meningkatkan Kesejahteraan Anggota

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.