Fraksi PDIP Dukung Tiga Misi Utama Pramono Anung Menuju Jakarta Kota Global

AKURAT.CO Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi DKI Jakarta, menegaskan komitmennya untuk mendukung tiga misi utama Gubernur Pramono Anung dalam mengawal transformasi Jakarta, dari Daerah Khusus Ibukota (DKI) menjadi Daerah Khusus Jakarta (DKJ).
Komitmen ini ditunjukkan dalam acara Kick Off Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta bertajuk 'Kemenangan Rakyat Jakarta'. Acara ini menghadirkan sembilan anggota DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan serta pengamat tata kota dari Universitas Trisakti, Nirwono Yoga.
Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Pantas Nainggolan, menyoroti tantangan dalam merealisasikan visi Gubernur Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno.
Baca Juga: Pramono Anung Yakin Patrick Kluivert Bikin Solid Timnas Indonesia
"Kami harus mampu meyakinkan fraksi lain, termasuk yang sebelumnya mendukung calon gubernur berbeda, agar mendukung program yang berpihak pada kesejahteraan warga Jakarta," kata Pantas di gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (21/1/2025).
Salah satu fokus utama adalah, pemulihan Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) yang sempat dicabut. Fraksi PDI-P melalui Komisi E, berhasil memperjuangkan pengembalian hak siswa dan mahasiswa, dengan program ini dijadwalkan aktif kembali pada tahap I 2025.
Program pendidikan juga menjadi prioritas. Fraksi PDI-P mendorong Program Sekolah Gratis Swasta yang melibatkan 2.900 sekolah swasta di Jakarta. Kebijakan ini telah dialokasikan dalam APBD 2025 dan akan dimulai Juli 2025.
Selain itu, 2.704 guru honorer akan diangkat menjadi guru dengan status kontrak kerja individu (KKI), meningkatkan kualitas pendidikan di Jakarta.
Di sektor transportasi, Fraksi PDI-P mendukung percepatan pembangunan MRT fase 2A dan LRT fase 1B untuk mewujudkan sistem transportasi terintegrasi. Sementara itu, untuk pengendalian banjir, PDI-P mendorong anggaran prioritas untuk normalisasi sungai, revitalisasi rumah pompa, dan perbaikan tanggul.
Fraksi PDIP juga mengusulkan pembangunan RDF Plant di Rorotan, yang mampu mengolah 2.500 ton sampah per hari. Pembangunan ini diharapkan menjadi solusi atas persoalan sampah dari 16 kecamatan di Jakarta.
Baca Juga: Pemprov DKI dan Tim Transisi Sepakat Dukung Pramono-Rano Lanjutkan Pembangunan Jakarta
Sementara itu, Anggota Komisi C, Brando Susanto menyatajan, Jakarta akan menghadapi tantangan besar, seperti pengembangan infrastruktur kota, peningkatan kualitas SDM, penguatan regulasi, hingga menghadapi perubahan iklim.
Pengamat Tata Kota Universitas Trisakti, Nirwono Yoga, menekankan pentingnya lobi politik dalam mencapai target Gubernur Pramono agar Jakarta masuk dalam 50 besar kota global.
"Saat ini Jakarta berada di peringkat 74. Untuk mencapai posisi 50 dunia, tidak hanya perlu pembangunan infrastruktur, tetapi juga keberhasilan menyelenggarakan kegiatan internasional," tuturnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026






