Kebijakan Bahlil Soal LPG 3 Kg Sukses Tekan Harga di Kaltara, Pedagang Beri Apresiasi

AKURAT.CO Kebijakan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, dalam pengaturan distribusi Liquified Petroleum Gas (LPG) 3 kg mendapat apresiasi dari para pengecer atau sub pangkalan di Kota Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara).
Langkah ini dinilai berhasil menstabilkan pasokan dan menekan lonjakan harga gas melon di wilayah tersebut.
Sunarti, seorang pedagang kelontong di Karanganyar, Tarakan Barat, mengungkapkan bahwa harga LPG sempat meroket hingga Rp50 ribu per tabung akibat pasokan yang terbatas.
Namun, berkat kebijakan terbaru, distribusi kembali normal sejak Selasa (4/2/2025), sehingga harga pun turun secara bertahap.
"Alhamdulillah, sekarang distribusi sudah lancar. Minggu lalu, gas sampai Rp50 ribu per tabung, dan orang tetap beli karena butuh buat masak dan jualan. Sekarang saya jual di kisaran Rp22 ribu," kata Sunarti saat ditemui, Jumat (7/2/2025).
Baca Juga: Anggaran Dipotong Rp620 Miliar, BNPB Pastikan Bantuan Bencana Tetap Maksimal
Sunarti mengaku menerima pasokan gas melon dari pangkalan seminggu sekali, yakni setiap Selasa, dengan jumlah 40 tabung. Ia berharap distribusi terus berjalan lancar agar harga semakin terjangkau bagi masyarakat.
Hal senada diungkapkan oleh Amin, pemilik toko dan sub pangkalan LPG 3 kg di Tarakan Barat.
Ia menilai, kebijakan Bahlil membawa dampak positif bagi masyarakat, meskipun perlu sosialisasi lebih luas agar transisinya berjalan mulus.
"Kebijakan ini bagus, tapi jangan sampai ada kelangkaan lagi yang bikin harga naik. Sekarang distribusi sudah kembali normal, dan harga jual kami juga sudah turun ke Rp23 ribu per tabung," ujar Amin.
Sebagai bagian dari aturan baru, sub pangkalan diwajibkan menggunakan aplikasi MerchantApps Pangkalan Pertamina (MAP) untuk mencatat transaksi penjualan, termasuk identitas pembeli (KTP), jumlah tabung yang dibeli, dan harga jual.
Pemerintah dan Pertamina juga mempermudah proses pendaftaran sub pangkalan tanpa biaya tambahan.
Baca Juga: Ketum PP dan Politikus NasDem Terseret Skandal TPPU hingga Gratifikasi Batu Bara Rita Widyasari
Hingga kini, sekitar 370 ribu pengecer telah terdaftar dalam sistem tersebut.
Dengan pencatatan transaksi yang lebih ketat, kebijakan ini diharapkan dapat mencegah penyalahgunaan subsidi serta memastikan LPG 3 kg benar-benar sampai ke masyarakat yang berhak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








