Bandara I Gusti Ngurah Rai Siap Hadapi Lonjakan Penumpang Libur Lebaran dan Nyepi

AKURAT.CO Menghadapi libur panjang Hari Raya Idul Fitri 2025/1446 Hijriah, Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, telah mempersiapkan berbagai langkah antisipasi untuk mengelola peningkatan trafik penumpang dan penerbangan.
Salah satu strategi utama adalah mengaktifkan posko monitoring angkutan Lebaran selama 22 hari, mulai 21 Maret hingga 11 April 2025, yang beroperasi penuh selama 24 jam setiap harinya.
General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, Ahmad Syaugi Shahab, menjelaskan bahwa pengelolaan posko Lebaran ini melibatkan berbagai pihak melalui koordinasi dalam pertemuan Airport Security Committee (ASC).
“Kami mengaktifkan posko monitoring selama 22 hari mulai 21 Maret 2025 sampai dengan 11 April 2025, dan akan beroperasi selama 24 jam setiap harinya,” ujar Syaugi, Rabu (19/3/2025).
Dalam rapat ASC yang dihadiri seluruh stakeholder bandara, disepakati pelibatan 912 personel keamanan.
Mereka terdiri dari petugas keamanan bandara, bantuan kendali operasi (BKO) dari TNI AU, Polres Bandara, serta Pecalang Desa Adat Tuban.
Baca Juga: Infinix Siap Rilis Tablet Gaming Pertama Xpad GT
Langkah ini bertujuan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan bagi seluruh pengguna jasa bandara selama musim libur Lebaran.
Syaugi menegaskan, selain pengamanan, pihaknya juga memastikan kesiapan fasilitas, infrastruktur, sumber daya, serta komunikasi lintas instansi berjalan optimal.
“Kami terus berkoordinasi dengan seluruh stakeholder terkait untuk memastikan seluruh aspek pelayanan di bandara dapat berjalan dengan baik,” tambahnya.
Guna mengantisipasi kepadatan lalu lintas udara dan darat, pihak bandara melakukan penyesuaian slot time serta pengaturan jam operasional.
Proses pengerjaan proyek yang berpotensi mengganggu kelancaran operasional juga dijadwalkan ulang.
Selain itu, rencana taktis pengendalian kepadatan kendaraan dari dan menuju bandara sudah disusun.
“Pengaturan alur kendaraan didukung penuh oleh BKO Bandara I Gusti Ngurah Rai. Kami juga telah membentuk jalur komunikasi pesan singkat dengan seluruh pihak terkait, termasuk Dirlantas Polda Bali, BPTD, Dinas Perhubungan Provinsi Bali, dan Jasa Marga Bali Tol,” jelas Syaugi.
Diperkirakan selama periode posko Lebaran, jumlah penumpang akan meningkat sebesar 4,5 persen menjadi sekitar 1,5 juta penumpang.
Sementara itu, pergerakan penerbangan diprediksi naik 5,6 persen atau sekitar 9.000 penerbangan.
Hingga Selasa (18/3/2025), Bandara I Gusti Ngurah Rai telah mencatat 401 tambahan penerbangan (extra flight) dari 7 maskapai, yaitu Lion Air, Super Air Jet, Wings Air, Garuda Indonesia, NAM Air, Trans Nusa, dan Pelita Air.
Penerbangan ekstra tersebut melayani rute ke Surabaya, Jakarta, Makassar, Semarang, Lombok, Timika, Pontianak, Sorong, dan Yogyakarta.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, pelaksanaan posko Lebaran kali ini bertepatan dengan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1947.
Selama perayaan Nyepi, Bandara I Gusti Ngurah Rai akan menghentikan seluruh operasional penerbangan mulai 29 Maret 2025 pukul 06.00 WITA hingga 30 Maret 2025 pukul 06.00 WITA.
Baca Juga: RUU TNI Segera Dibawa ke Sidang Paripurna, Fraksi NasDem Sampaikan Lima Poin Penting
“Kami tetap akan menempatkan petugas siaga untuk mengantisipasi permintaan pelayanan yang bersifat darurat,” ungkap Syaugi.
Saat ini, jumlah penumpang di Bandara I Gusti Ngurah Rai masih tergolong rendah karena Bulan Maret yang bertepatan dengan Ramadan, periode yang dikenal sebagai low season.
Namun, jumlah penumpang diprediksi akan meningkat mulai 22 Maret 2025 seiring dimulainya libur sekolah dan penerapan kebijakan Work From Anywhere (WFA) oleh pemerintah.
Dengan persiapan yang matang dan koordinasi yang intensif, Bandara I Gusti Ngurah Rai optimis dapat melayani peningkatan trafik penumpang dan penerbangan selama periode libur panjang Lebaran dan Nyepi dengan aman dan lancar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









