Akurat
Pemprov Sumsel

Nyepi di Bali, Bandara I Gusti Ngurah Rai Hentikan Operasional Selama 24 Jam

Oktaviani | 28 Maret 2025, 15:26 WIB
Nyepi di Bali, Bandara I Gusti Ngurah Rai Hentikan Operasional Selama 24 Jam

AKURAT.CO Bandara I Gusti Ngurah Rai akan menghentikan sementara seluruh operasional penerbangan dalam rangka perayaan Hari Raya Nyepi, yang jatuh pada Sabtu (29/3/2025).

Penghentian ini berlaku selama 24 jam, mulai pukul 06.00 WITA hingga Minggu (30/3/2025) pukul 06.00 WITA.

"Selama periode tersebut, seluruh aktivitas penerbangan, baik domestik maupun internasional, untuk sementara dihentikan. Namun, pengecualian diberikan bagi penerbangan medis (medical evacuation) dan penerbangan darurat," ujar General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, Ahmad Syaugi Shahab.

Untuk mengantisipasi situasi darurat seperti medivac, emergency landing, atau technical landing, pihak bandara tetap menyiagakan personel operasional, keamanan, dan teknis yang bertugas di pusat kontrol operasi bandara.

Ahmad Syaugi menjelaskan, penghentian sementara ini merupakan bentuk penghormatan kepada umat Hindu di Bali yang melaksanakan Nyepi.

Kebijakan ini juga sesuai dengan Surat Edaran Gubernur Bali Nomor B.16.100.3.4/865/LLJ/DISHUB Tahun 2025 serta pemberitahuan kepada pelaku penerbangan melalui NOTAMN (Notice to Airmen) Nomor A0131/25.

Baca Juga: Evaluasi Menyeluruh, Menhan Minta Mutu Pendidikan Tamtama Ditingkatkan

"NOTAMN ini telah dipublikasikan oleh AirNav Indonesia cabang Denpasar sejak 14 Januari 2025, sehingga seluruh maskapai telah mengatur jadwal penerbangannya jauh-jauh hari agar menyesuaikan dengan kebijakan ini," jelasnya.

Berdasarkan jadwal penerbangan reguler dari 54 maskapai yang beroperasi di Bandara I Gusti Ngurah Rai, terdapat 425 penerbangan yang terdampak penghentian operasional ini.

Rinciannya adalah 207 penerbangan domestik dan 218 penerbangan internasional.

"Untuk memperlancar proses operasional pasca-Nyepi, diperkirakan ada sekitar 19 pesawat yang akan terparkir di bandara, sehingga keesokan harinya kami dapat langsung melayani penerbangan seperti biasa," tambah Syaugi.

Selain sebagai bentuk penghormatan terhadap Nyepi, penghentian operasional ini juga dimanfaatkan sebagai momentum evaluasi layanan serta pemeliharaan fasilitas bandara.

"Sejalan dengan makna Nyepi, yaitu amati lelungan (tidak bepergian) dan melakukan refleksi diri, kami juga memanfaatkan kesempatan ini untuk mengevaluasi layanan kami serta mengistirahatkan sementara fasilitas operasional yang selama ini bekerja 24 jam nonstop sepanjang tahun," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.