Solusi Atasi Banjir Jakarta, Mengubah Cara Pandang 'Hujan Adalah Musuh'

AKURAT.CO Mengatasi masalah banjir di wilayah perkotaan seperti Jakarta, membutuhkan pendekatan yang lebih holistik, tidak hanya dengan meninggikan tanggul atau memperbesar saluran air.
Solusi utama dalam mengatasi banjir, adalah dengan mengubah cara pandang terhadap air hujan.
"Air hujan seharusnya tidak dianggap sebagai musuh, melainkan sebagai anugerah yang perlu dikelola dengan baik," kata Dosen Universitas Semarang sekaligus praktisi hidrologi, Edy Susilo, kepada Akurat.co, Selasa (8/4/2025).
Baca Juga: Banjir Melanda Kota Tangerang, Sejumlah Titik Terendam hingga 130 CM
Dia menyebutkan, salah satu cara efektif adalah dengan memanfaatkan kolam retensi, embung, dan bendungan untuk menampung air hujan. Selain itu, Rain Water Harvesting (RWH) atau pemanfaatan air hujan dari atap rumah juga dapat menjadi solusi yang efektif.
Dengan sistem Rain Water Harvesting (RWH), air hujan yang ditampung dari atap rumah dapat digunakan untuk keperluan rumah tangga.
"Solusi ini juga dapat mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan air tanah, serta mengurangi potensi banjir," jelasnya.
Tak hanya itu, Edy juga menyarankan untuk meresapkan air ke dalam tanah menggunakan sumur resapan (SR), lubang resapan biopori (LRB), atau pipa resapan horizontal (PRH).
Metoda PRH, yang ditemukan oleh Edy pada tahun 2020, terbukti sangat efektif dalam meresapkan air lebih cepat dan lebih banyak dibandingkan SR. PRH sendiri dibuat dari pipa PVC yang dipasang pada kedalaman maksimal 150 cm dan dapat meresapkan air hingga 20 kali lebih efektif dibandingkan SR.
"Keunggulan lainnya, harga pemasangan PRH lebih murah dan pemeliharaannya mudah," sambungnya.
PRH sudah dipasang di berbagai wilayah Semarang untuk mengurangi risiko banjir dan mengatasi kekurangan air tanah. "Dengan teknologi PRH, kita bisa mengurangi limpasan air yang terjadi akibat pembangunan yang tidak memperhatikan aspek resapan air," ujar Edy.
Baca Juga: Jelang Lebaran, Sudin SDA Kepulauan Seribu Kerahkan Pasukan Biru Antisipasi Banjir Rob
Namun, Edy menegaskan implementasi solusi ini memerlukan dukungan dari kebijakan pemerintah.
"Pemerintah perlu mendorong pemanfaatan teknologi resapan air melalui regulasi dan insentif. Sementara itu, masyarakat juga perlu mulai mengubah kebiasaannya, dari membuang air hujan menjadi menyimpannya atau meresapkannya ke dalam tanah," tambahnya.
Dengan perubahan kebiasaan dan dukungan kebijakan yang tepat, Edy yakin, masalah banjir di Jakarta dapat dikendalikan dengan lebih efektif dan berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









