DPRD Dukung Pemecatan Direktur IT Bank DKI: Semua Pihak Harus Diperiksa Secara Menyeluruh

AKURAT.CO Wakil Ketua DPRD Jakarta dari Fraksi NasDem, Wibi Andrino, mendukung langkah tegas yang diambil Gubernur Jakarta, Pramono Anung, yang memberhentikan Direktur IT Bank DKI terkait gangguan layanan yang merugikan publik.
Menurutnya, keputusan tersebut merupakan langkah awal yang tepat sebagai bentuk tanggung jawab dan perlindungan terhadap kepercayaan masyarakat terhadap Bank DKI.
Namun dia menegaskan, pemberhentian satu orang saja tidak cukup. Sebab, saat ini yang dibutuhkan Pemprov Jakarta adalah mengembalikan kembali kepercayaan publik dengan cara membuka permasalahan secara terang benderang.
Baca Juga: Profil Amirul Wicaksono, Direktur IT Bank DKI yang Dipecat Gubenur Pramono Anung
"Kami mendesak agar kasus ini dibuka secara transparan, dan semua pihak yang terlibat baik langsung maupun tidak langsung harus diperiksa secara menyeluruh," kata Wibi saat dihubungi di Jakarta, Kamis (10/4/2025).
Dia menambahkan, masalah ini bukan hanya soal kelalaian teknis, tetapi juga mencakup integritas dan tata kelola yang harus dijaga. "Sudah waktunya ada buka-bukaan, bukan ditutup-tutupi. Jangan sampai oknum-oknum lain yang mungkin punya peran tetap berlindung di balik jabatan atau jaringan," tegasnya.
Dia pun meminta, agar jika memang ada penyalahgunaan wewenang atau praktik tidak sehat lainnya, semua harus dibongkar. "Masyarakat berhak tahu, dan institusi publik seperti Bank DKI harus bersih, profesional, dan berpihak pada kepentingan rakyat," pungkasnya.
Sebelumnya, Gubernur Jakarta, Pramono Anung menyatakan telah memberhentikan Direktur IT Bank DKI, Amirul Wicaksono, imbas gangguan layanan yang terjadi sejak 29 Maret 2025 lalu. Diketahui gangguan layanan Bank DKI sudah terjadi sebanyak tiga kali.
"Kejadian di Bank DKI ini bukan pertama kali. Ini sudah ketiga kali dan kejadiannya hampir serupa. Di mana IT tidak dilaksanakan, tidak dijaga secara baik. Terus terang ada kebocoran. Jumlah angkanya yang tahu direksi Bank DKI," kata Pramono di gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (9/4/2025).
Baca Juga: Bank DKI Beri Klarifikasi Terkait Pemulihan Sistem saat Libur Lebaran
Gangguan ini disebabkan oleh masalah pada fitur pemeliharaan otomatis yang mengakibatkan terganggunya layanan digital Bank DKI, terutama pada aplikasi JakOne Mobile dan transaksi antar bank.
Banyak nasabah yang kesulitan mengakses rekening dan melakukan transaksi lintas jaringan. Isu sabotase dari dalam memperburuk keadaan, dan Amirul, yang juga menjabat sebagai Plt. Direktur Utama Bank DKI, terjerat dalam konflik tersebut.
Pramono menuntut penyelidikan lebih lanjut dan meminta kasus ini dibawa ke ranah hukum. "Laporkan ke Kabareskrim, ini sudah keterlaluan, tidak mungkin tanpa keterlibatan orang dalam," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








