Program Makanan Tambahan Habiskan Rp49 Miliar, Tapi Kasus Stunting di Jakarta Masih Tinggi

AKURAT.CO DPRD Jakarta mengkritisi jumlah kasus stunting di Jakarta yang masih tinggi. Padahal, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta telah mencanangkan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT).
"Dalam rapat bersama dengan para walikota saya menyinggung kenapa stunting masih terjadi di kalangan anak-anak, meskipun pemprov telah menganggarkan dana untuk PMT," kata Anggota Komisi A DPRD Jakarta sekaligus Ketua Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), William Aditya Sarana, Rabu (23/7/2025).
William menjelaskan, sampai dengan saat ini masih ada banyak anak yang kekurangan gizi. Hal ini membuat Fraksi PSI mempertanyakan mengenai efektivitas program pengentasan stunting di Jakarta.
Baca Juga: Rangkul Masyarakat Jadi Orang Tua Asuh, BKKBN Percepat Penurunan Stunting
Padahal, Pemprov Jakarta menganggarkan Rp49,3 Miliar untuk program PMT di tingkat kelurahan. Di mana, masing-masing balita akan mendapatkan Rp10 ribu per bulannya.
Namun pada saat yang bersamaan, Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 menunjukkan adanya peningkatan angka stunting dari tahun 2022 dengan angka akhir 17,2 persen.
"Kini, pemprov menganggarkan hampir Rp50 Miliar untuk program PMT. Namun, stunting malah naik dari tahun ke tahun. Menurut kami, ini perlu dievaluasi supaya ke depannya lebih efektif lagi," tegasnya.
Dalam rapat tersebut, walikota-walikota yang merupakan pihak eksekutif menjelaskan masalah stunting masih terjadi bukan karena serapan anggarannya tidak optimal, melainkan faktor-faktor lainnya berupa kualitas air bersih dan sanitasi di masyarakat yang buruk.
Baca Juga: Pramono Targetkan Angka Stunting Jakarta Turun ke 14 Persen, Ini Strateginya
Dia pun mendesak Pemprov Jakarta, untuk mencari solusi terhadap permasalahan tersebut agar stunting bisa dientaskan dari ibukota secara sepenuhnya.
"Jika memang betul permasalahannya terletak kepada isu kualitas air dan sanitasi yang buruk, maka pemprov harus melakukan sesuatu untuk mengatasinya," pungkasnya.
Dia juga meminta agar Pemprov Jakarta melihat bahwa anggaran stunting yang besar akan menjadi percuma, apabila masalah-masalah seperti kebersihan di masyarakat tidak diatasi segera.
"Jangan sampai anggaran stunting yang sudah kami alokasikan sedemikian besarnya menjadi tidak efektif karena ada permasalahan lain di luar itu yang masih belum terurus," tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 8Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







