Dinas PRKP Mau Batasi Masa Tinggal Rusunawa, Warga: Kami Mau Tinggal di Mana?

AKURAT.CO Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Jakarta, berencana untuk membatasi masa tinggal di rumah susun sederhana sewa (rusunawa). Aturannya ditargetkan rampung pertengahan Tahun Anggaran 2025.
Pembatasan ini agar rusunawa berfungsi sebagai hunian sementara bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), dan terjadi rotasi penghuni, sehingga lebih banyak MBR yang dapat merasakan manfaatnya.
Dalam wacana tersebut, penghuni rusun hanya boleh tinggal maksimal enam tahun bagi masyarakat umum, dan sepuluh tahun bagi warga terprogram. Selepas itu, pintu rusun akan ditutup bagi mereka, dengan alasan agar beralih ke rumah milik sendiri melalui KPR murah.
Baca Juga: Hari Perumahan Nasional, Pramono Bagikan Kunci Rusunawa untuk Warga Jakarta
"Kami mau tinggal di mana, Pak Kelik (Kepala Dinas PRKP, Kelik Indriyanto), kalau rumah belum mampu beli?," keluh Siti Aisyah (47), seorang ibu yang sudah tujuh tahun menghuni Rusunawa Marunda, kepada Akurat.co, Jumat (29/8/2025).
Sambil menggendong cucu, Ai sapaan akrabnya berkata lirih menanggapi wacana pembatasan masa tinggal. Kata dia, jika terapkan itu hanya menambah beban pikiran.
"Gaji suami pas-pasan, kerja sopir truk. Bayar sewa saja kadang telat. Bagaimana bisa langsung beli rumah?," tanyanya.
Di lorong rusun lain, keluhan senada terdengar. Mulyadi (52) buruh harian lepas yang menunggak sewa hampir setahun. Dia khawatir, akan tersapu keluar dari ruang yang selama ini jadi sandaran hidup.
"Bagi kami sekeluarga rusun bukan sekadar atap, tapi harapan. Kalau dipaksa pindah, kami jadi gelandangan lagi," ujarnya.
Suara-suara rakyat di lorong-lorong rusun kini bersatu. Mereka meminta agar Kepala Dinas Kelik Indriyanto mendengar jeritan hati, bukan sekadar menghitung angka. Sebab bagi penghuni, rusun bukan hitung-hitungan tahun tapi napas kehidupan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








