Ngeri! Anak 4 Tahun Tertembak Peluru Nyasar Akibat Aksi Tawuran di Medan

AKURAT.CO Seorang anak perempuan bernama Asmi Angraini (4) menjadi korban peluru nyasar di bagian kelopak mata saat berada di dalam becak yang terjebak kemacetan akibat tawuran di Kecamatan Belawan, Kota Medan.
Peristiwa tersebut terjadi ketika bentrokan antarkelompok menyebabkan lalu lintas tersendat.
Menanggapi kejadian itu, Asisten Deputi Penyediaan Layanan Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), Ciput Eka Purwianti, menyatakan keprihatinan mendalam dan menegaskan bahwa tawuran serta penggunaan senjata, termasuk senapan angin, merupakan ancaman serius bagi keselamatan anak.
“KemenPPPA menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa tawuran antarkampung di Kecamatan Belawan, Kota Medan, yang mengakibatkan seorang anak perempuan berusia 4 tahun menjadi korban peluru nyasar,” ujar Ciput dalam keterangannya, Rabu (7/1/2026).
Ia menekankan bahwa anak merupakan kelompok paling rentan dan wajib dilindungi dari segala bentuk kekerasan, termasuk yang timbul akibat konflik sosial dan tindakan kriminal di ruang publik.
Baca Juga: GMNI Apresiasi Pembaruan KUHP-KUHAP, Minta Implementasi Berpihak pada Rakyat
Dari aspek perlindungan hukum anak, Ciput menyebut pelaku dapat dijerat Pasal 80 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, terkait kekerasan terhadap anak yang mengakibatkan luka berat, dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun dan/atau denda maksimal Rp100 juta.
“KemenPPPA menegaskan bahwa setiap tindakan kekerasan yang mengakibatkan anak menjadi korban, meskipun tidak ditujukan langsung kepada anak, tetap merupakan pelanggaran hukum dan hak anak,” katanya.
KemenPPPA juga telah berkoordinasi dengan UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Provinsi Sumatera Utara dan Kota Medan.
Penjangkauan awal telah dilakukan, serta pendampingan lanjutan akan diberikan untuk memastikan korban memperoleh perawatan medis optimal atas luka di area mata.
“Layanan yang diberikan meliputi fasilitasi perawatan kesehatan lanjutan, rujukan, serta pemantauan kondisi korban melalui koordinasi dengan aparat penegak hukum, tenaga kesehatan, dan pemerintah daerah,” tegas Ciput.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









