Akurat
Pemprov Sumsel

Tingkatkan Kesadaran Masyarakat, PAM Jaya Bangun Gedung Sentra Pelayanan dan Pusat Edukasi Air

Citra Puspitaningrum | 8 Januari 2026, 22:24 WIB
Tingkatkan Kesadaran Masyarakat, PAM Jaya Bangun Gedung Sentra Pelayanan dan Pusat Edukasi Air

AKURAT.CO PAM Jaya memulai pembangunan Gedung Sentra Pelayanan yang dilengkapi Pusat Edukasi Air.

Ini dilakukan PAM Jaya sebagai upaya memperkuat layanan air minum perpipaan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap konservasi air.

Pembangunan gedung ditandai acara peletakan batu pertama (groundbreaking) di kawasan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Pejompongan I, Jakarta Pusat, Kamis (8/1/2026).

Acara groundbreaking dihadiri dan diresmikan langsung Gubernur Jakarta, Pramono Anung.

Dalam kesempatan itu, Pramono menyatakan dukungannya terhadap transformasi yang dilakukan PAM Jaya dan mendorong perusahaan daerah itu terus berkembang menjadi badan usaha yang adaptif, profesional, serta berorientasi pada pelayanan publik.

Menurutnya, PAM Jaya saat ini berada dalam kondisi perusahaan yang sehat dengan fondasi kuat untuk meningkatkan kualitas layanan. Sekaligus memperkuat peran edukasi kepada masyarakat terkait pengelolaan air berkelanjutan.

Baca Juga: PAM Jaya Luncurkan Kartu Air Sehat, Warga Kurang Mampu Cukup Bayar Seribu Rupiah

Pembangunan Gedung Sentra Pelayanan PAM Jaya sejalan dengan implementasi Peraturan Gubernur Jakarta Nomor 48 Tahun 2025 yang menargetkan 100 persen cakupan layanan air minum perpipaan pada 2029.

Gedung ini juga menjadi bagian dari transformasi PAM Jaya sebagai operator tunggal layanan air minum di Jakarta.

Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin, mengatakan, gedung tersebut tidak hanya difungsikan sebagai pusat layanan terpadu tetapi juga ruang edukasi yang dekat dengan masyarakat.

Melalui Pusat Edukasi Air, PAM Jaya ingin meningkatkan pemahaman publik mengenai siklus air, manfaat air minum perpipaan, pentingnya konservasi air, serta pengurangan ketergantungan terhadap air tanah.

"Gedung Sentra Pelayanan ini kami bangun tidak hanya sebagai pusat layanan, tetapi juga sebagai pusat edukasi bagi masyarakat agar semakin memahami pentingnya air minum perpipaan dan konservasi air," ujar Arief.

Menurut Arief, pendekatan edukasi yang informatif dan menarik diharapkan dapat menjadikan gedung ini sebagai destinasi pembelajaran bagi pelajar, komunitas, dan masyarakat umum.

"Keberlanjutan layanan air tidak hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga pada perilaku dan partisipasi aktif warga," katanya.

Baca Juga: Warga Jaga Jakarta Deklarasi Dukung IPO PAM Jaya, Siap Lawan Hoaks dan Kawal Air Bersih

Selain fungsi edukasi, gedung ini akan menjadi sentral layanan terpadu yang mengintegrasikan pelayanan pelanggan, call center, koordinasi antar divisi, hingga fungsi pengawasan dan pengendalian kualitas layanan.

"PAM Jaya juga menyiapkan War Room dan Command Center untuk memperkuat pemantauan operasional secara terpusat," tuturnya.

Di tengah perkembangan teknologi digital, Arief menegaskan keberadaan pusat layanan fisik tetap relevan untuk mendukung sistem pelayanan hybrid, baik online maupun offline.

"Gedung ini akan menjadi ruang tatap muka bagi masyarakat untuk memperoleh informasi, edukasi, dan konsultasi langsung terkait layanan air minum perpipaan," lanjutnya.

Secara arsitektural, Gedung Sentra Pelayanan PAM Jaya mengusung konsep Urban Water Falling yang merepresentasikan aliran air seperti air terjun di alam terbuka, dengan pemanfaatan cahaya alami melalui penggunaan kaca secara maksimal. Konsep itu juga mendukung efisiensi energi dalam operasional gedung.

Gedung setinggi 11 lantai dengan satu basement ini memiliki luas bangunan sekitar 18.853,80 meter persegi dan ditargetkan rampung dalam waktu sekitar 590 hari pembangunan.

Seiring pembangunan infrastruktur fisik, PAM Jaya juga memperkuat transformasi digital. Per 1 Januari 2026, call center PAM Jaya telah beroperasi dengan dukungan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk mempercepat respons kepada pelanggan.

PAM Jaya juga akan mengoperasikan sistem ERP pada 15 Januari 2026 serta meluncurkan aplikasi C2M pada Juni 2026.

"Kami ingin warga Jakarta tumbuh bersama PAM Jaya dalam menjaga keberlanjutan air, seiring dengan transformasi dan digitalisasi layanan yang terus kami lakukan," demikian Arief.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.