Akurat
Pemprov Sumsel

Habitat for Humanity Indonesia Salurkan Bantuan Shelter Kit dan Aneka Alat Pembersihan Puing di Sumut

Oktaviani | 21 Januari 2026, 14:20 WIB
Habitat for Humanity Indonesia Salurkan Bantuan Shelter Kit dan Aneka Alat Pembersihan Puing di Sumut

AKURAT.CO Habitat for Humanity Indonesia bergerak cepat dalam fase pemulihan pascabencana banjir dan longsor yang melanda Sumatera Utara pada akhir 2025.

Dengan dukungan para donatur, Habitat Indonesia menyalurkan 200 paket Shelter Kit dan Rubble Removal dari total target 1.000 paket bagi keluarga terdampak di wilayah Kota Sibolga, Kabupaten Tapanuli Tengah, dan sekitarnya.

Penyaluran bantuan ini turut diperkuat melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Habitat for Humanity Indonesia dengan Pemerintah Kota Sibolga dan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah.

Kerja sama tersebut masing-masing diwakili oleh Wali Kota Sibolga, Akhmad Syukri Nazry Penarik, dan Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu.

MoU ini bertujuan untuk menyinergikan data penerima manfaat serta memastikan proses pemulihan fisik rumah warga selaras dengan rencana tata ruang dan kebijakan mitigasi bencana pemerintah daerah.

Dengan dukungan legalitas tersebut, Habitat Indonesia memperoleh akses yang lebih luas dalam koordinasi bantuan teknis dan logistik di lapangan.

Distribusi bantuan dipimpin langsung oleh National Director Habitat for Humanity Indonesia, Handoko Ngadiman, bersama Program Director Arwin Soelaksono, guna memastikan perlengkapan diterima langsung oleh keluarga terdampak sebagai langkah awal perbaikan hunian secara mandiri.

Baca Juga: Puasa 2026 Kapan Dimulai? Ini Hitung Mundur Ramadhan 1447 H

Dukungan Perbaikan Rumah dan Pembersihan Puing

Berdasarkan kebutuhan di lapangan, setiap paket bantuan mencakup perlengkapan teknis untuk perbaikan rumah serta pembersihan sisa material banjir dan longsor. Setiap keluarga menerima:

  • Material pelindung: dua lembar terpal ukuran 4x6 meter dan 15 karung berkapasitas 50 kg

  • Perangkat pertukangan: palu, gergaji kayu, linggis, sekop, cangkul bergagang, serta paku 2 kg (ukuran 7 cm dan 10 cm)

  • Alat keselamatan kerja: tali tambang, sarung tangan, helm proyek, sepatu boot, dan kacamata pelindung

Selain itu, Habitat juga menyediakan Community Shelter Kit berupa peralatan bersama, termasuk lima unit kereta sorong per kelompok warga guna mempercepat pembersihan lingkungan.

Program Pemulihan Dua Tahun

Penyaluran Shelter Kit menandai dimulainya komitmen jangka panjang Habitat for Humanity Indonesia selama dua tahun pascabencana. Program ini mencakup:

  1. Perbaikan dan retrofitting untuk 500 rumah rusak ringan hingga sedang guna memperkuat struktur agar lebih tahan bencana.

  2. Pembangunan kembali rumah bagi warga dengan kategori rusak berat pada tahun kedua.

  3. Pemberdayaan perempuan dalam proses pembangunan kembali sebagai penggerak utama pemulihan pascabencana.

“Distribusi shelter kit ini merupakan langkah awal dari komitmen jangka panjang kami di Sumatera Utara. Melalui kolaborasi strategis dengan pemerintah daerah, kami memastikan pemulihan berjalan selaras dengan mitigasi bencana. Fokus kami adalah keberlanjutan dan ketangguhan komunitas, khususnya melalui peran perempuan,” ujar Handoko Ngadiman.

Baca Juga: Daftar Negara Paling Aman Saat Perang Dunia 3, Ada Indonesia?

Habitat for Humanity Indonesia menilai keterlibatan aktif perempuan sangat krusial dalam keberlanjutan pemulihan pascabencana.

Dengan menempatkan perempuan sebagai pengambil keputusan dalam proses pembangunan, hunian yang dibangun diharapkan tidak hanya kokoh secara fisik, tetapi juga lebih aman, inklusif, dan tangguh bagi seluruh anggota keluarga di masa depan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.