Pemerintah Gelontorkan Rp10,6 Triliun untuk Pemulihan Bencana di Sumatera

AKURAT.CO Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, menegaskan, pemerintah pusat menambah alokasi Transfer ke Daerah (TKD) bagi wilayah yang terdampak bencana di Sumatera.
Total tambahan anggaran tersebut mencapai sekitar Rp10,6 triliun dan ditujukan untuk mempercepat proses rehabilitasi serta rekonstruksi pascabencana.
Kebijakan ini disampaikan Tito dalam kegiatan sosialisasi Surat Edaran terkait penyesuaian TKD Tahun Anggaran 2026 dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) bagi daerah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Penambahan dana tersebut merupakan tindak lanjut dari usulan Kementerian Dalam Negeri kepada Presiden dan DPR.
“Kita ingin memperkuat kemampuan keuangan daerah-daerah yang terkena bencana di tiga provinsi di Sumatera,” kata Tito, Sabtu (7/3/2026).
Menurutnya, keputusan pemerintah tidak hanya memberikan tambahan anggaran kepada daerah yang terdampak langsung oleh bencana.
Atas arahan Presiden Prabowo Subianto, seluruh provinsi, kabupaten, dan kota di tiga wilayah tersebut juga menerima tambahan dana, termasuk daerah yang tidak terdampak secara langsung.
“Presiden memutuskan seluruh daerah dalam satu provinsi tetap mendapatkan tambahan karena bencana tersebut dipandang sebagai bencana tingkat provinsi,” ujarnya.
Kebijakan tersebut telah diformalkan melalui Keputusan Menteri Keuangan Nomor 59 Tahun 2026.
Kementerian Dalam Negeri juga menerbitkan surat edaran yang mengatur mekanisme teknis penggunaan dana tersebut di tingkat daerah.
Tito menjelaskan, tambahan anggaran ini diharapkan benar-benar dimanfaatkan untuk mempercepat proses pemulihan pascabencana, termasuk pembangunan kembali infrastruktur yang rusak.
Sementara itu, daerah yang tidak terdampak langsung dapat menggunakan dana tambahan tersebut untuk memperkuat upaya mitigasi dan pencegahan bencana.
Contohnya melalui perbaikan jembatan, bendungan, serta penguatan tata ruang wilayah yang berpotensi rawan bencana.
Selain itu, dana tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk pelatihan penanggulangan bencana hingga mendukung program pengendalian inflasi di daerah.
“Presiden meminta agar anggaran ini digunakan secara maksimal untuk pemulihan dan juga langkah-langkah pencegahan ke depan,” tegas Tito.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









