Pembenahan Lapas di Blitar Terus Dipacu, Tak Ada Toleransi Praktik Pungli

AKURAT.CO Upaya pembenahan tata kelola lembaga pemasyarakatan di Jawa Timur mulai menunjukkan progres signifikan.
Jajaran otoritas merespons cepat dugaan pelanggaran di lapas dan rumah tahanan (rutan) dengan langkah penindakan serta penguatan sistem pengawasan.
Pelaksana Harian Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan Jawa Timur, M. Ulin Nuha, menegaskan komitmen institusinya dalam memberantas pungutan liar dan berbagai bentuk pelanggaran.
"Tidak ada toleransi terhadap pelanggaran, termasuk penerapan sanksi pidana bagi aparatur yang terbukti bersalah," ujarnya, kepada wartawan, Kamis (30/4/2026).
Ulin mengatakan, penguatan pengawasan dan evaluasi berkala menjadi instrumen utama dalam mendorong reformasi kelembagaan.
Baca Juga: Pramono Ultimatum Pejabat Kelurahan dan Kecamatan Harus Bersih dari Pungli
Salah satu langkah strategis yang diterapkan adalah pembukaan kanal pengaduan bagi warga binaan, guna meningkatkan transparansi dan mendeteksi potensi penyimpangan sejak dini.
"Dengan adanya kanal aduan yang kami buka itu menjadi salah satu momentum awal pengujian komitmen kami," ujarnya.
Di tingkat pelaksana, Kepala Lapas Kelas IIB Blitar, Iswandi, mengungkapkan laporan dugaan pelanggaran telah diterima sejak hari pertama dirinya menjabat. Usai menerima laporan, pihaknya segera menindaklanjuti melalui mekanisme administrasi dan dilaporkan ke kantor wilayah.
Sebagai tindak lanjut, sejumlah petugas yang diduga terlibat pelanggaran telah ditarik ke kantor wilayah untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Proses ini juga mencakup pejabat struktural guna memastikan penanganan berlangsung objektif, menyeluruh dan akuntabel.
"Langkah cepat dilakukan dengan menarik sejumlah petugas yang diduga terlibat," ujar Iswandi.
Baca Juga: MPR Dukung Tegas Sikap Presiden Prabowo Soal Investasi Bebas Pungli
Sementara itu, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan di tingkat pusat melalui fungsi kepatuhan internal turut melakukan pendalaman kasus.
Direktur Kepatuhan Internal, Lilik Sujandi, mengatakan bahwa pemeriksaan masih berjalan dengan fokus pada pengumpulan dan verifikasi bukti secara komprehensif.
"Reformasi pemasyarakatan tidak hanya diarahkan pada penindakan kasus tetapi juga penguatan sistem transparansi dan akuntabilitas secara berkelanjutan. Untuk mencegah praktik serupa di masa mendatang," jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






