Akurat Logo

Temuan 6 Kasus Suspek Hantavirus, Dinkes Jakarta Harus Perketat Pengawasan

Okto Rizki Alpino | 20 Mei 2026, 16:31 WIB
Temuan 6 Kasus Suspek Hantavirus, Dinkes Jakarta Harus Perketat Pengawasan
Sekretaris Komisi E DPRD Jakarta dari Fraksi PSI, Justin Adrian Untayana. (Akurat.co/Okto Rizki Alpino)

AKURAT.CO Sekretaris Komisi E DPRD Jakarta dari Fraksi PSI, Justin Adrian Untayana, meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta memperketat pengawasan dan penanganan kasus Hantavirus guna mencegah potensi penyebaran yang lebih luas di Jakarta.

Hal tersebut menyusul temuan enam kasus suspek kasus Hantavirus, yang saat ini ditangani Dinas Kesehatan (Dinkes) Jakarta.

"Pemprov DKI harus memerhatikan ancaman ini secara serius. Virus itu berpotensi menjadi pandemi apabila tidak ditangani dengan baik. Jangan sampai kebobolan, terlebih masyarakat kita sedang mengalami banyak kesulitan sekarang," kata Justin kepada wartawan, Rabu (20/5/2026).

Baca Juga: Kontak Erat Pasien Hantavirus di Jakarta Negatif, Pemantauan Dilakukan Dua Pekan

Dia meminta Dinas Kesehatan Jakarta terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan RI, dalam menangani pasien positif Hantavirus. Dia juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap suspek agar tidak melemah.

"Dinas Kesehatan perlu berkoordinasi dengan Kemenkes RI untuk terus merawat pasien-pasien yang positif terpapar Hantavirus ini. Kemudian, pengawasan terhadap suspek-suspek lainnya juga jangan sampai kendor," ujarnya.

Selain itu, Justin meminta pemerintah melakukan pelacakan kontak terhadap pasien dan suspek Hantavirus untuk memetakan wilayah rawan penyebaran. Menurutnya, pencegahan sejak dini melalui edukasi menjadi penting untuk menekan angka suspek agar tidak mewabah seperti Covid-19.

"Tidak lupa, harus diselidiki para pasien dan suspek ini pernah bertemu dengan siapa saja. Interaksi-interaksi tersebut perlu dilacak. Setidaknya, dengan itu kita bisa memetakan daerah-daerah mana saja yang menjadi rawan dan perlu diberikan perhatian lebih," ucap Justin.

Dia juga mendorong Dinas Kesehatan menyiapkan skenario pembatasan dan pengendalian mobilitas masyarakat, apabila penyebaran virus semakin meluas.

Baca Juga: Wabah Hantavirus Mematikan, Kota “Ujung Dunia” Argentina Diselimuti Kekhawatiran

"Dinkes perlu menyiapkan skenario-skenario di mana pembatasan-pembatasan dan pengendalian gerak-gerik masyarakat harus dilakukan. Supaya penyebaran virusnya bisa dikendalikan dan tidak melebar lebih luas lagi. Meskipun, saya berharap penyebaran virusnya bisa berhenti dan pasien-pasiennya tidak terus bertambah," tegasnya.

Di sisi lain, Justin menilai upaya pencegahan harus dibarengi dengan peningkatan kesadaran masyarakat menerapkan pola hidup sehat. Menurut dia, sosialisasi perlu dilakukan secara masif mulai dari sekolah hingga lingkungan RT/RW.

"Seiring dengan itu semua, Pemprov DKI harus mendorong pola hidup sehat di masyarakat. Karena, percuma saja kalau infrastruktur-infrastruktur kesehatannya sudah siap, tetapi masyarakatnya tetap abai. Ini perlu disosialisasikan di sekolah-sekolah, kelurahan-kelurahan, sampai dengan lingkungan RT/RW," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.