Akurat Logo

Pramono Dorong Jakarta Future Festival Jadi Ruang Gagasan Menuju Kota Global

Okto Rizki Alpino | 5 Juni 2026, 23:28 WIB
Pramono Dorong Jakarta Future Festival Jadi Ruang Gagasan Menuju Kota Global
Gubernur Jakarta, Pramono Anung (kiri), membuka Jakarta Future Festival (JFF) 2026 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Jumat (5/6/2026). (Dok. Diskominfotik Pemprov Jakarta)

AKURAT.CO Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengatakan Jakarta Future Festival (JFF) 2026 menjadi wadah kolaborasi lintas sektor untuk merumuskan arah pembangunan Jakarta menuju kota global menjelang usia lima abad pada 2027.

Jakarta Future Festival merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jakarta, untuk memotret berbagai tantangan dan peluang pembangunan kota di masa depan.

Menurutnya, forum ini menjadi ruang penting untuk mengintegrasikan berbagai pendekatan dalam perencanaan pembangunan Jakarta.

Baca Juga: Pemprov Jakarta Target Pembersihan Sampah Muara Angke Rampung Besok

"Ini merupakan acara tahunan yang diadakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) yang menunjukkan bagaimana Jakarta melihat dan memotret berbagai hal, kemudian merencanakan masa depan Jakarta dengan berbagai pendekatan, seperti budaya, seni, perencanaan infrastruktur, kebijakan, teknokrasi, dan sebagainya," kata Pramono saat membuka JFF 2026, di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Jumat (5/6/2026).

Dia menilai pembangunan Jakarta tidak bisa hanya bertumpu pada aspek fisik dan infrastruktur, tetapi juga harus melibatkan gagasan, kreativitas, budaya, serta partisipasi masyarakat.

Sebab itu, keberadaan festival yang mempertemukan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan generasi muda dinilai penting untuk memperkuat ekosistem kolaborasi dalam pembangunan kota.

Pramono berharap kegiatan serupa terus diselenggarakan untuk memperkaya pilihan ruang ekspresi publik, sekaligus meningkatkan daya tarik Jakarta sebagai kota yang terbuka terhadap berbagai inovasi dan ide baru.

"Mudah-mudahan acara seperti ini tetap bisa kita adakan untuk membuat Jakarta penuh warna, Jakarta penuh pilihan, dan Jakarta bisa apa saja selama itu memberikan kenyamanan dan kebaikan bagi warga Jakarta," ujarnya.

Acara yang digelar selama tiga hari hingga 7 Juni 2026 ini menghadirkan beragam rangkaian kegiatan, mulai dari Jakarta's Forecast, Urban Talks, Urban Policy Lab, Urban Debate, Urban Study Case, hingga pameran inovasi perkotaan.

Baca Juga: Bank Jakarta Siapkan Empat Strategi Wujudkan Kota Jakarta yang Inklusif dan Terkoneksi

Festival ini juga melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui booth yang dikurasi oleh Kementerian Ekonomi Kreatif bersama Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DPPKUKM) Jakarta.

Salah satu agenda utama festival adalah Jakarta's Forecast: Jakarta 500 - Memory, Character, and the Future of a Global City. Forum tersebut mengajak berbagai kalangan untuk merefleksikan identitas dan karakter Jakarta sekaligus membahas posisi strategis ibu kota dalam percaturan kota-kota global menjelang peringatan 500 tahun Jakarta pada 2027.

Selain itu, peserta juga akan berdiskusi langsung dengan 19 profesor dari berbagai universitas internasional. Pertemuan tersebut diharapkan menjadi ruang pertukaran gagasan mengenai pembangunan perkotaan, ketahanan kota, transformasi ekonomi, hingga berbagai tantangan masa depan yang perlu diantisipasi bersama.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.