Akurat Logo

Pemprov Jakarta Genjot Budaya Pilah Sampah di Balai Kota, Target Kurangi Timbulan 400 Kilogram per Hari

Okto Rizki Alpino | 12 Juni 2026, 15:28 WIB
Pemprov Jakarta Genjot Budaya Pilah Sampah di Balai Kota, Target Kurangi Timbulan 400 Kilogram per Hari
Balai Kota Eco Creative memamerkan berbagai karya yang bisa dibuat dari sampah. Foto: Humas Pemprov DKI Jakarta

AKURAT.CO Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus memperkuat budaya pemilahan dan pengolahan sampah di lingkungan Gedung Balai Kota, sebagai bagian dari implementasi Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026.

Langkah ini ditargetkan mampu menekan timbulan atau volume sampah yang saat ini mencapai sekitar 400 kilogram per hari. Sekaligus membangun kesadaran seluruh pegawai dan Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) terhadap pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Komitmen tersebut kembali ditegaskan Kepala Biro Umum dan Administrasi Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi DKI Jakarta, Syony Tjahjadi, saat Apel Pengarahan Gerak Pilah Sampah di Kompleks Balai Kota dan Pembukaan Balai Kota Eco Creative untuk PJLP di Gedung Aula Ali Sadikin, Jumat (12/6/2026).

Menurutnya, pengelolaan sampah tidak cukup hanya mengandalkan sistem tetapi harus dimulai dari perubahan pola pikir dan kebiasaan seluruh penghuni Balai Kota.

"Intinya adalah bagaimana kita memilah sampah dan mengolahnya dengan baik. Pak gubernur dan pak wakil gubernur selalu turun langsung ke lapangan. Mereka melihat sendiri bagaimana masyarakat memilah dan mengolah sampah. Ini menjadi tantangan bagi kami di Balai Kota untuk mengimplementasikan hal yang sama di lingkungan kerja," jelas Syony.

Baca Juga: Persoalan Sampah Ditargetkan Rampung 2028, Pemerintah Siapkan Roadmap dari Hulu ke Hilir

Ia menjelaskan, selama ini pemprov telah melakukan berbagai sosialisasi terkait pemilahan sampah kepada seluruh penghuni Gedung Balai Kota Jakarta. Namun, perubahan perilaku menjadi tantangan terbesar yang harus dihadapi.

"Kita harus mengubah mindset tentang pengelolaan sampah. Setelah itu, kita juga harus mengubah habit atau kebiasaan yang selama ini kurang peduli terhadap persoalan sampah. Kepedulian harus dimulai dari kita semua, karena persoalan sampah adalah tanggung jawab bersama," katanya.

Syony mengungkapkan, lingkungan Balai Kota menghasilkan sampah sekitar 400 kilogram setiap hari. Karena itu, upaya pemilahan dan pengolahan sampah harus dilakukan secara konsisten agar volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan dapat terus berkurang.

"Harapan kami, seluruh sampah yang dihasilkan sudah terpilah dengan baik dan volumenya terus menurun. Sampah yang sudah dipilah jangan sampai tercampur kembali saat proses pengangkutan dan pengelolaan. Jika dari hulu hingga hilir pengelolaannya tetap terpisah, maka pengurangan sampah akan benar-benar bisa tercapai," ujarnya.

Selain mendorong pemilahan sampah, pemprov juga menantang para PJLP untuk menghasilkan berbagai karya kreatif dari sampah melalui program Balai Kota Eco Creative.

Baca Juga: Pramono Siapkan Insentif Pajak untuk Hotel, Restoran, dan Kafe yang Aktif Pilah Sampah

Menurut Syony, kreativitas menjadi elemen penting dalam membangun budaya pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

"Kita boleh mencontoh hal-hal yang sudah ada, tetapi kita juga harus mampu menghasilkan sesuatu yang baru. Saya berharap lingkungan Balai Kota dapat melahirkan kreativitas dan inovasi yang nantinya bisa menjadi contoh bagi masyarakat luas," katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Balai Kota Eco Creative, Riezka N.B.S., mengatakan, kegiatan tersebut dirancang sebagai momentum untuk membangun kesadaran seluruh PJLP terhadap pentingnya pengelolaan sampah, tanpa memandang bidang tugas masing-masing.

Menurutnya, persoalan kebersihan dan pengelolaan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas kebersihan, melainkan seluruh unsur yang beraktivitas di lingkungan Balai Kota.

"Acara ini menjadi momentum untuk membangun kesadaran PJLP, apa pun bidang pekerjaannya, dalam memperlakukan sampah dengan benar. Mereka memang memiliki tugas dan fungsi masing-masing, tetapi melalui edukasi dan lomba ini kami berharap kesadaran tersebut dapat menular kepada yang lain," jelasnya.

Baca Juga: Pengamat Kritik Dinas LH DKI: Edukasi dan Pengawasan Pemilahan Sampah Masih Lemah

Riezka menegaskan bahwa tanggung jawab menjaga kebersihan berlaku untuk seluruh pegawai dan PJLP, baik yang bertugas di bidang kebersihan, listrik, administrasi maupun bidang lainnya.

"Jadi, tidak peduli apakah dia PJLP kebersihan, listrik, administrasi, atau bidang lainnya, persoalan menjaga kebersihan berlaku untuk semua. Ini yang ingin kami tanamkan melalui kegiatan ini," ujarnya.

Riezka berharap berbagai karya yang dihasilkan dalam Balai Kota Eco Creative mampu menunjukkan bahwa sampah memiliki nilai guna dan nilai ekonomi apabila dikelola secara kreatif. Terlebih, penyelenggaraan kegiatan tahun ini juga didukung oleh kerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

"Saya berharap hasil karya yang muncul menarik dan inovatif. Apalagi saat ini kami sudah bekerja sama dengan Baznas. Ke depan, kami berharap dukungan semakin besar sehingga hadiah dan manfaat yang diberikan kepada peserta juga bisa lebih besar," katanya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.