Akurat Logo

Wapres Gibran: Program MBG di Daerah 3T Harus Gandeng UMKM hingga Kantin Sekolah

Ayu Rachmaningtyas | 18 Juni 2026, 22:51 WIB
Wapres Gibran: Program MBG di Daerah 3T Harus Gandeng UMKM hingga Kantin Sekolah
Siswa siswi penerima MBG.

AKURAT.CO Wakil Presiden (Wapres), Gibran Rakabuming Raka, menegaskan, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) perlu melibatkan lebih banyak unsur masyarakat, mulai dari kantin sekolah, orang tua murid, pelaku UMKM, hingga lembaga pendidikan dan keagamaan.

Hal itu disampaikan Gibran saat meninjau pelaksanaan program MBG di SD Wolomoni, Desa Niowula, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (18/6/2026).

Menurut Gibran, pelibatan kantin sekolah dalam program MBG merupakan langkah positif yang dapat diperluas dengan melibatkan berbagai elemen di sekitar lingkungan sekolah.

“Ya, itu saya kira bagus sekali. Bukan hanya kantin sekolah. Mungkin bisa melibatkan pesantren, gereja, SMK Tata Boga, ibu-ibu PKK, orang tua murid, semua bisa dilibatkan,” ujar Gibran.

Ia menilai keterlibatan orang tua murid menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan MBG.

Sebab, orang tua dinilai lebih memahami kebiasaan makan anak-anak sehingga dapat memberikan masukan terkait menu yang disajikan.

Menurutnya, masukan dari orang tua akan membantu perbaikan menu MBG agar lebih sesuai dengan kebutuhan siswa.

“Karena tadi yang saya undang adalah orang tua murid. Ke depan saya yakin pelaksanaannya akan lebih baik karena adik-adik kita ini ada yang picky eater, ada yang makannya banyak, ada yang makannya sedikit. Jadi melibatkan SMK Tata Boga, kantin sekolah, hingga UMKM di sekitar sekolah saya kira sangat tepat,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Gibran juga menanggapi tuntutan sejumlah mahasiswa yang meminta program MBG dihentikan. Ia menegaskan evaluasi menyeluruh akan dilakukan selama masa libur sekolah.

Baca Juga: Gempa Sulteng, Penyaluran Bantuan dan Pemulihan Ekonomi Harus Dipercepat agar Warga Tak Makin Terpuruk

Menurutnya, jeda libur sekolah menjadi momentum yang tepat untuk memperbaiki tata kelola program, khususnya di Badan Gizi Nasional (BGN).

“Kita sekarang ada jeda waktu libur sekolah. Saya kira itu waktu yang tepat untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh, terutama terkait tata kelola di BGN,” ujarnya.

Gibran menegaskan program MBG masih sangat dibutuhkan masyarakat, khususnya di wilayah 3T yang memiliki keterbatasan akses terhadap pemenuhan gizi anak.

Pemerintah, kata dia, akan terus melakukan perbaikan agar program berjalan lebih tepat sasaran sekaligus mencegah potensi penyimpangan dalam pelaksanaannya.

“Tadi sudah saya sampaikan kepada para guru dan orang tua murid bahwa MBG ini sangat dinanti dan sangat bermanfaat, terutama di area 3T. Ke depan akan terus kita perbaiki agar lebih tepat sasaran, dan praktik-praktik korupsi tidak boleh terjadi lagi,” tegas Gibran.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.