Akurat Logo

Menuju Usia 5 Abad, Pembangunan Jakarta Harus Berorientasi pada Kesejahteraan Masyarakat

Okto Rizki Alpino | 22 Juni 2026, 14:22 WIB
Menuju Usia 5 Abad, Pembangunan Jakarta Harus Berorientasi pada Kesejahteraan Masyarakat
Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, membacakan pidato peringatan HUT ke-499 Jakarta, dalam Rapat Paripurna DPRD Jakarta. (Akurat.co/Okto Rizki Alpino)

AKURAT.CO Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, mengajak seluruh pemangku kepentingan menjadikan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Jakarta sebagai momentum untuk mempersiapkan masa depan Jakarta secara lebih serius.

Menurut dia, Jakarta harus terus bergerak menjadi kota yang tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga mampu menghadirkan rasa aman, keadilan, dan kesejahteraan bagi seluruh warganya.

"Momentum menuju 5 abad Jakarta harus menjadi titik tolak bagi kita semua untuk menyiapkan masa depan kota dengan lebih sungguh-sungguh," kata Rano saat membacakan pidato peringatan HUT ke-499 Jakarta, dalam Rapat Paripurna DPRD Jakarta, Senin (22/6/2026).

Baca Juga: 7 Promo Makanan dan Minuman HUT Jakarta ke-499, Chatime hingga Wingstop Hadirkan Diskon Besar!

Dia menegaskan, pembangunan Jakarta ke depan harus berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Karena itu, pemerintah perlu memastikan setiap warga memperoleh kesempatan yang setara untuk berkembang dan menikmati hasil pembangunan.

"Masa depan yang menghadirkan rasa aman, kesempatan, keadilan dan harapan bagi seluruh warga," ujarnya.

Dia juga menekankan pentingnya menjaga identitas Jakarta di tengah laju modernisasi yang terus berlangsung. Menurutnyaa, kemajuan kota tidak boleh menghilangkan karakter dan nilai-nilai sosial yang menjadi kekuatan utama Jakarta sebagai kota metropolitan.

"Kota yang modern tapi tetap mengenal jati dirinya, kota yang tinggi gedung-gedungnya tapi juga tinggi kepeduliannya," tuturnya.

Baca Juga: Basri Baco Harap Jakarta Makin Aman dan Sejahtera di Usia ke-499

Dalam pidatonya, Rano mengingatkan bahwa indikator keberhasilan sebuah kota tidak semata-mata ditentukan oleh pembangunan infrastruktur, gedung pencakar langit, atau kemegahan kawasan perkotaan.

Lebih dari itu, kemajuan harus tercermin dari tingkat kesejahteraan dan kebahagiaan warga.

"Ukuran kemajuan sebuah kota bukan hanya terletak pada gemerlap lampu dan megahnya bangunan, melainkan sejauh mana setiap anak dapat bermimpi, setiap keluarga dapat hidup layak, setiap lansia merasa dihormati, dan setiap warga merasa memiliki rumah besar bernama Jakarta," ucapnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.