Akurat Logo

RDF Rorotan Beroperasi Bertahap, Pramono Klaim Hampir Tak Ada Warga Protes Soal Bau

Okto Rizki Alpino | 10 Agustus 2026, 21:07 WIB
RDF Rorotan Beroperasi Bertahap, Pramono Klaim Hampir Tak Ada Warga Protes Soal Bau
Pengelolaan sampah di RDF Rorotan.

AKURAT.CO Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengatakan bau yang sempat menjadi keluhan warga di sekitar fasilitas pengolahan sampah RDF Rorotan, Jakarta Utara, kini mulai mereda. Protes soal bau dan emisi dari fasilitas itu hampir tak terdengar lagi.

"Sekarang praktis hampir tidak pernah ada protes tentang bau dan juga komplain tentang kenaikan emisinya," kata Pramono setelah menghadiri peluncuran perlindungan sosial bagi sektor informal persampahan Indonesia di RDF Rorotan, Senin (10/8/2026).

Perubahan itu berjalan seiring dengan pengoperasian RDF Plant Rorotan secara bertahap. Fasilitas tersebut dirancang mengolah 2.200-2.400 ton sampah per hari. Namun, kapasitas pengolahannya belum langsung mencapai angka tersebut.

Baca Juga: Pramono Prioritaskan Pembangunan Rusun Marunda dan Rorotan, Sasar Pasangan Muda

Saat ini, satu dari tiga lini produksi telah beroperasi penuh dengan kapasitas sekitar 800 ton sampah per hari. Dua lini lainnya masih dalam tahap persiapan. "Produksinya dari tiga line, yang sudah beroperasi penuh satu line, yaitu 800 ton per hari. Line kedua, ketiga sedang dalam persiapan," ujar Pramono.

Untuk itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta akan menambah kapasitas pengolahan ketika pengiriman sampah meningkat. Jika volume sampah yang masuk mencapai sekitar 1.000 ton per hari, lini kedua akan mulai digunakan.

"Kalau masih 1.000 pengiriman sampahnya, maka satu line, sekarang line yang satu ini rata-rata 800, kami akan gunakan line yang kedua untuk produksi antara 200-400 ton," jelasnya.

Dengan skema itu, kapasitas RDF Rorotan akan dinaikkan secara bertahap, menyesuaikan volume sampah yang dikirim ke fasilitas tersebut.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.