Akurat Logo

Pramono Target Lebih dari 10 Ribu Bus Elektrik Mengaspal di Jakarta pada 2030

Okto Rizki Alpino | 20 Agustus 2026, 21:12 WIB
Pramono Target Lebih dari 10 Ribu Bus Elektrik Mengaspal di Jakarta pada 2030
Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menghadiri Indonesia International Transport Summit (IITS) 2026. - Akurat.co/Okto Rizki Alpino

AKURAT.CO Gubernur Jakarta, Pramono Anung, ingin melihat jalanan Jakarta pada 2030 dipenuhi kendaraan umum yang lebih ramah lingkungan. Targetnya, lebih dari 10 ribu bus elektrik beroperasi di ibu kota.

Saat ini, Jakarta telah memiliki sekitar 500 bus elektrik. Jumlah itu akan terus ditambah dalam beberapa tahun ke depan.

"Kami sudah memiliki 500 bus elektrik. Saya menargetkan pada 2030 ada lebih dari 10 ribu bus elektrik," kata Pramono usai menghadiri Indonesia International Transport Summit (IITS) 2026 di The Tribrata Hotel & Convention Center, Jakarta Selatan, Kamis (20/8/2026).

Baca Juga: Rp5,8 Miliar dari Jakarta untuk Korban Gempa NTT

Pramono tak ingin elektrifikasi berhenti pada bus bertenaga listrik. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta juga akan mendorong penggunaan kendaraan berbahan bakar hidrogen dan teknologi hybrid.

Menurut dia, langkah itu menjadi bagian dari upaya menekan emisi di Jakarta. Pemprov Jakarta membuka ruang bagi berbagai pihak yang ingin ikut berkontribusi mengurangi polusi udara.

Baca Juga: Buka Ruang Ekonomi Baru Olahraga, Kemenpora Boyong Jakarta Hybrid Race ke ISS 2026

"Bukan hanya bus elektrik, tetapi juga hidrogen dan hybrid," ujarnya.

Pramono berharap, pengembangan transportasi rendah emisi tidak hanya menjadi pekerjaan pemerintah. Dia ingin pelaku usaha dan masyarakat ikut mengambil bagian dalam perubahan sistem transportasi Jakarta.

"Ini untuk memberikan kesempatan kepada siapa saja yang ingin menurunkan emisi di Jakarta agar bisa bersama-sama dengan Pemerintah Jakarta," kata dia.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.