Ternyata Ini Asal Mula Susunan Niat Puasa Ramadhan Menurut Imam Syafi'i

AKURAT.CO Puasa adalah praktik ibadah penting dalam agama Islam yang melibatkan menahan diri dari makan, minum, dan hawa nafsu dari terbit fajar hingga terbenam matahari.
Menurut Imam Syafi'i, salah satu ulama besar dalam sejarah Islam, susunan niat puasa memiliki akar yang kuat dalam ajaran agama.
Dikutip dari NU Online, Imam Syafi'i menyatakan bahwa niat puasa tidak harus secara lisan diucapkan, melainkan cukup di dalam hati.
Menurut Imam Syafi’i, yang dikutip oleh Imam Nawawi dalam al-Majmu’:
ومحل النية القلب ولا يشترط نطق اللسان بلا خلاف، ولا يكفي عن نية القلب ولكن يستحب التلفظ مع القلب
Artinya: Semua sepakat bahwa tempat niat itu adalah hati dan tidak disyaratkan pengucapannya secara lisan. Tak cukup niat hati, namun disunnahkan untuk melafalkan (dengan lidah) bersamaan dengan niat di hati.
Namun, mengucapkan niat secara lisan tidak mengurangi nilai keikhlasan dalam hati.
Melafalkan niat juga memberikan manfaat, terutama bagi mereka yang kadang merasa ragu apakah mereka sudah berniat atau belum, mereka merasa lebih yakin ketika niat dalam hati diucapkan secara lisan.
Oleh karena itu, sering kali kita mendengar orang melafalkan niat puasa, misalnya setiap setelah tarawih.
Sehubungan dengan itu, terdapat asal-usul susunan bacaan niat puasa menurut Imam Syafi'i.
Asal-usul susunan niat puasa menurut Imam Syafi'i
Terdapat asal mula susunan niat puasa ramadhan yang biasa didengar di masjid-masjid yang bermazhab syafi'i.
Menurut Imam Syafi’i, yang dikutip oleh Imam Nawawi dalam al-Majmu’:
صِفَةُ النِّيَّةِ الْكَامِلَةِ الْمُجْزِئَةِ بِلَا خِلَافٍ أَنْ يَقْصِدَ بِقَلْبِهِ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ رَمَضَانِ هَذِهِ السَّنَةِ لِلَّهِ تَعَالَى
Artinya: Bentuk niat yang sempurna adalah dengan sengaja hati bermaksud berpuasa esok hari untuk menunaikan ibadah fardhu di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah ta'ala”.
Dari situlah muncul susunan niat puasa ramadhan yang sering diucapkan yakni:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هَذِهِ السَّنَةِ لله تَعَالىَ
Artinya: Aku sengaja berpuasa esok hari untuk menunaikan ibadah fardhu di bulan Ramadhan tahun ini karena Allah ta'ala.
Itulah penjelasan mengenai asal mula susunan niat puasa ramadhan menurut Imam Syafi'i. Semoga bermanfaat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








