AKURAT.CO Prancis diserang wabah kutu busuk yang terus meningkat dari waktu ke waktu. Serangga penghisap darah ini sebagian besar sudah hilang pada tahun 1950.
Akan tetapi serangan hama ini kembali menyebar ke berbagai wilayah di Prancis, khususnya kawasan yang menjadi tempat berkumpulnya banyak orang seperti transportasi umum, bandara, bioskop, hotel, sekolah hingga rumah sakit.
Kutu busuk merupakan serangga kecil berwarna cokelat kemerahan seukuran biji apel. Serangga itu biasa bersembunyi di kasur, sofa dan beberapa tempat lainnya.
Baca Juga: Cegah Kutu Busuk: Tips Dan Trik Mengatasi Serangan Hama Menyebalkan
Kutu busuk bisa menggigit dan memakan darah, bekas gigitan kutu busuk menyebabkan muncul bilur kemerahan pada permukaan kulit.
Area yang terkena gigitan juga akan terasa gatal atau perih seperti sensasi terbakar.
Bagi beberapa orang gigitan kutu busuk ini akan memberikan reaksi alergi yang menyebabkan gatal-gatal.
Akan tetapi terkadang terjadi beberapa kasus yang parah sebab gigitan kutu busuk yang intens sehingga menyebabkan infeksi kulit sekunder.
Rasa gatal yang disebabkan dari gigitan kutu busuk sering kali terlambat muncul, hal ini bisa terjadi karena serangga penghisap darah ini mengeluarkan sejumlah kecil anestesi (obat bius) ke tubuh orang yang terkena gigitan.
Sebab hal itu rasa gatal akan muncul setelah beberapa saat tubuh terkena gigitan dan bila digaruk akan menyebabkan pembengkakan dan pendarahan sehingga meningkatkan resiko infeksi sekunder.
Baca Juga: Kota Paris Diserang Kutu Busuk, Ini Penyebab Dan Cara Mengatasinya
Penyebaran kutu busuk ini juga berdampak pada beberapa sekolah di Prancis. Berawal dari satu sekolah di Kota Marseille kemudian di Villefranche-sur Saone.
Hingga kini total sudah ada tujuh sekolah di Prancis yang tutup akibat penyebaran kutu busuk dan butuh waktu beberapa hari untuk membersihkan seluruh sekolah.
Kutu busuk yang semula dianggap sepele pun kini menjadi isu politik yang kontroversial di Prancis. (Almira Ramadhani)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








