Akurat
Pemprov Sumsel

Jangan Keliru, Ini Perbedaan Masjid Al Aqsa Dan Dome Of The Rock Yang Kerap Tertukar

Fahri Hilmi | 3 November 2023, 06:00 WIB
Jangan Keliru, Ini Perbedaan Masjid Al Aqsa Dan Dome Of The Rock Yang Kerap Tertukar

AKURAT.CO Memanasnya konflik Palestina dan Israel akan mengantarkan kisah mengenai perebutan Baitul Maqdis, yakni sebuah kompleks bangunan tua di Kota Yerusalem yang di dalamnya terdiri dari sejumlah masjid, di antaranya Masjid Al Aqsa serta Dome of The Rock.

Perebutan Baitul Maqdis sendiri sering diidentikkan dengan bangunan masjid berkubah emas ataupun masjid berkubah abu-abu.

Keduanya seringkali dianggap sama, bahkan dikenali dengan nama yang tertukar, yakni antara Masjid Al Aqsa dan Dome of The Rock.

Baca Juga: Sejarah Istimewa Masjid Al Aqsa, Tempat Persinggahan Nabi Muhammad SAW Dalam Perjalanan Isra Miraj

Padahal keduanya merupakan dua bangunan berbeda, serta memiliki ciri yang mudah dikenali.

Berikut perbedaan Masjid Al-Aqsa dan Dome of The Rock agar tidak lagi keliru mengenali keduanya.

1. Warna Kubah

Warna kubah menjadi perbedaan paling mudah untuk mengidentifikasi kedua bangunan suci tersebut.

Masjid Al-Aqsa memiliki kubah berwarna abu-abu dengan dinding sederhana berwarna kecoklatan.

Sementara Dome of The Rock, atau nama lainnya Qubbatus Sakhra, merupakan masjid dengan kubah emas dengan dinding motif bernuansa biru.

Baca Juga: Dukung Palestina, Ini Sosok Whulandary Herman Puteri Indonesia Yang Disindir Miss Israel

2. Masjid Al-Aqsa Pernah Menjadi Kiblat Pertama Umat Islam

Masjid Al Aqsa kembali didirikan pada tahun 638 M oleh Khalifah Umar bin khattab, setelah sebelumnya sempat dirobohkan dan terbengkalai.

Sejatinya, bangunan yang menjadi masjid kedua di muka bumi setelah Masjidil Haram di Mekkah, ini merupakan kiblat pertama bagi umat muslim.

Pada sejarahnya, Umar bin Khattab pernah diminta untuk sholat di dalam Gereja Makam Suci, namun beliau menolak karena khawatir umatnya akan mencontoh tindakan tersebut, dan mendesak perubahan gereja menjadi masjid.

Baca Juga: Akhir Zaman Sudah Dekat! Ini 7 Tips Menghadapi Hari Kiamat Untuk Mempersiapkan Diri Yang Lebih Baik

Maka dari itu, Umar shalat di bagian selatan kompleks Baitul Maqdis, kemudian wilayah tersebut dibangun menjadi Masjid Al Aqsa, atau yang pada awalnya dinamai Masjid Al-Qibli.

Hingga kini, Masjid Al Aqsa sudah beberapa kali menjalani renovasi serta perluasan.

3. Dome of The Rock Pernah Menjadi Pijakan Rasulullah Sebelum Isra’ Miraj

Dome of The Rock, atau yang kerap disebut dengan Kubah Batu atau Qubbatus Sakhra, pada sejarahnya pernah menjadi tempat pijakan Rasulullah SAW sebelum melakukan Isra’ Miraj, yakni perjalanan spiritual Nabi ke langit ketujuh (sidratul muntaha).

Penamaan Kubah Batu atau Qubbatus Sakhra sendiri berasal dari kondisi bangunan Dome of The Rock, kubah masjid ini didirikan tepat diatas sebuah batu atau karang (sakhra).

Batu itu sendiri menyimpan jejak kaki Rasulullah SAW saat menaiki buraq untuk Isra’ Miraj.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.