Jangan Keliru, Ini Perbedaan Masjid Al Aqsa Dan Dome Of The Rock Yang Kerap Tertukar

AKURAT.CO Memanasnya konflik Palestina dan Israel akan mengantarkan kisah mengenai perebutan Baitul Maqdis, yakni sebuah kompleks bangunan tua di Kota Yerusalem yang di dalamnya terdiri dari sejumlah masjid, di antaranya Masjid Al Aqsa serta Dome of The Rock.
Perebutan Baitul Maqdis sendiri sering diidentikkan dengan bangunan masjid berkubah emas ataupun masjid berkubah abu-abu.
Keduanya seringkali dianggap sama, bahkan dikenali dengan nama yang tertukar, yakni antara Masjid Al Aqsa dan Dome of The Rock.
Baca Juga: Sejarah Istimewa Masjid Al Aqsa, Tempat Persinggahan Nabi Muhammad SAW Dalam Perjalanan Isra Miraj
Padahal keduanya merupakan dua bangunan berbeda, serta memiliki ciri yang mudah dikenali.
Berikut perbedaan Masjid Al-Aqsa dan Dome of The Rock agar tidak lagi keliru mengenali keduanya.
1. Warna Kubah
Warna kubah menjadi perbedaan paling mudah untuk mengidentifikasi kedua bangunan suci tersebut.
Masjid Al-Aqsa memiliki kubah berwarna abu-abu dengan dinding sederhana berwarna kecoklatan.
Sementara Dome of The Rock, atau nama lainnya Qubbatus Sakhra, merupakan masjid dengan kubah emas dengan dinding motif bernuansa biru.
Baca Juga: Dukung Palestina, Ini Sosok Whulandary Herman Puteri Indonesia Yang Disindir Miss Israel
2. Masjid Al-Aqsa Pernah Menjadi Kiblat Pertama Umat Islam
Masjid Al Aqsa kembali didirikan pada tahun 638 M oleh Khalifah Umar bin khattab, setelah sebelumnya sempat dirobohkan dan terbengkalai.
Sejatinya, bangunan yang menjadi masjid kedua di muka bumi setelah Masjidil Haram di Mekkah, ini merupakan kiblat pertama bagi umat muslim.
Pada sejarahnya, Umar bin Khattab pernah diminta untuk sholat di dalam Gereja Makam Suci, namun beliau menolak karena khawatir umatnya akan mencontoh tindakan tersebut, dan mendesak perubahan gereja menjadi masjid.
Baca Juga: Akhir Zaman Sudah Dekat! Ini 7 Tips Menghadapi Hari Kiamat Untuk Mempersiapkan Diri Yang Lebih Baik
Maka dari itu, Umar shalat di bagian selatan kompleks Baitul Maqdis, kemudian wilayah tersebut dibangun menjadi Masjid Al Aqsa, atau yang pada awalnya dinamai Masjid Al-Qibli.
Hingga kini, Masjid Al Aqsa sudah beberapa kali menjalani renovasi serta perluasan.
3. Dome of The Rock Pernah Menjadi Pijakan Rasulullah Sebelum Isra’ Miraj
Dome of The Rock, atau yang kerap disebut dengan Kubah Batu atau Qubbatus Sakhra, pada sejarahnya pernah menjadi tempat pijakan Rasulullah SAW sebelum melakukan Isra’ Miraj, yakni perjalanan spiritual Nabi ke langit ketujuh (sidratul muntaha).
Penamaan Kubah Batu atau Qubbatus Sakhra sendiri berasal dari kondisi bangunan Dome of The Rock, kubah masjid ini didirikan tepat diatas sebuah batu atau karang (sakhra).
Batu itu sendiri menyimpan jejak kaki Rasulullah SAW saat menaiki buraq untuk Isra’ Miraj.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







