Serangan Israel Ke Gaza Semakin Intensif, Hampir 10 Ribu Warga Palestina Tewas Terbunuh

AKURAT.CO Pasukan Pertahanan Israel (IDF) melaporkan pada hari ini, Senin (6/11/2023), jet tempur tempur mereka menghantam 450 sasaran Hamas di Gaza dan berhasil merebut sebuah kompleks militan dalam 24 jam terakhir.
IDF mengatakan bahwa serangannya menghantam terowongan, teroris, kompleks militer, pos pengamatan, dan pos peluncuran rudal anti-tank.
Tidak hanya itu, pasukan darat IDF juga menewaskan beberapa pejuang Hamas saat merebut sebuah kompleks militan dengan pos-pos pengamatan, merupakan area pelatihan bagi para operator Hamas dan terowongan teror bawah tanah.
Seorang komandan senior Hamas, Jamal Mussa, yang memimpin operasi keamanan khusus kelompok itu, termasuk di antara mereka yang terbunuh, kata IDF.
Baca Juga: Daftar Negara Ini Jadi Pemasok Senjata Hizbullah, Kelompok Lebanon Yang Ancam Perangi Israel
Diketahui, 31 tentara Israel telah tewas sejak memulai operasi darat yang diperluas di Gaza pada 27 Oktober.
Seorang juru bicara militer Israel mengatakan bahwa pengeboman di Gaza utara dihentikan selama beberapa jam selama dua hari berturut-turut untuk memberikan jalan yang aman bagi warga sipil untuk bergerak ke selatan jalur pantai.
Ia menambahkan bahwa ada akses ke air dan barang-barang kemanusiaan di selatan Gaza, tetapi Hamas menghalangi konvoi dengan menembaki mereka.
Sementara di sisi lain, Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan serangan udara tersebut menewaskan puluhan orang yang mencapai wilayah selatan Gaza seperti Zawaida dan Deir Al-Balah.
Pengeboman semalam dari udara, darat dan laut digambarkan sebagai salah satu yang paling intens sejak Israel melancarkan serangannya, sebagai tanggapan atas serangan mendadak oleh Hamas sebulan yang lalu.
Menurut data Kementerian Kesehatan di Gaza, lebih dari 9.770 warga Palestina telah terbunuh dalam perang.
Dilaporkan oleh kantor berita Palestina, WAFA, hal tersebut menjadi 'pengeboman yang belum pernah terjadi sebelumnya' dari Israel yang membuat layanan komunikasi dan internet terputus.
Baca Juga: 5 Negara Asia Ini Ternyata Dukung Israel, Jadi Alasan FIFA Tidak Memberikan Sanksi?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









