Pasukan Israel Mendekati Rumah Sakit Utama Di Gaza, Apa Yang Akan Mereka Lakukan?

AKURAT.CO Militer Israel semakin mendekati pusat Kota Gaza dan Rumah Sakit Al Shifa, mengklaim bahwa para pejuang Hamas memiliki pusat komando di wilayah tersebut.
Menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana Israel menafsirkan hukum internasional mengenai perlindungan fasilitas medis dan ribuan pengungsi yang berlindung di sana.
Pada hari Kamis (9/11/2023), penduduk Kota Gaza melihat tank-tank Israel berada sekitar 1,2 kilometer dari Rumah Sakit Al Shifa atau fasilitas medis terbesar di Jalur Gaza.
Juru bicara militer Israel telah mengeluarkan foto-foto, diagram dan rekaman audio yang menurut mereka menunjukkan bahwa Hamas menggunakan Al Shifa untuk menyembunyikan pos-pos komando dan titik-titik masuk ke dalam jaringan terowongan yang luas di bawah Gaza.
"Teroris Hamas beroperasi di dalam dan di bawah rumah sakit Shifa dan rumah sakit lainnya di Gaza," kata juru bicara tersebut, Laksamana Muda Daniel Hagari.
Baca Juga: Dihantui Ketakutan Bencana Baru, Ribuan Warga Palestina Tinggalkan Gaza
Sementara itu, Hamas yang didukung Iran, otoritas kesehatan dan direktur Al Shifa membantah bahwa kelompok tersebut menyembunyikan infrastruktur militer di dalam atau di bawah kompleks rumah sakit, mengatakan bahwa mereka akan menyambut baik inspeksi internasional terhadap fasilitas tersebut.
Hal tersebut juga dibuktikan dengan beredarnya video yang menunjukkan petugas medis di RS AL Shifa berebut untuk merawat sejumlah orang yang terluka, yang berarti serangan Israel akan menimbulkan risiko kerugian besar bagi warga sipil hingga dapat memicu protes internasional.
Israel belum menguraikan rencana mereka terhadap rumah sakit tersebut, namun mengatakan bahwa prioritas utamanya adalah menghancurkan infrastruktur komando Hamas.
Para insinyur tempur menggunakan bahan peledak untuk menghancurkan terowongan-terowongan dalam jaringan bawah tanah kelompok Hamas, kata Israel.
Baca Juga: Apa Yang Terjadi Pada Warga Palestina Di Luar Gaza Setelah Satu Bulan Lebih Dibombardir Israel?
Serangan udara mematikan Israel terhadap kamp-kamp pengungsi, konvoi medis, dan rumah sakit di dekatnya telah memicu perdebatan sengit di antara beberapa sekutu utama mereka mengenai kepatuhan militer Israel terhadap hukum internasional.
Tujuan Israel sendiri dikatakan untuk menghancurkan Hamas, yang menurut mereka telah menewaskan 1.400 orang dan menculik 240 orang lainnya dalam serangannya pada tanggal 7 Oktober lalu.
Sementara itu, otoritas kesehatan di Jalur Gaza mengatakan pemboman Israel telah menewaskan 10.800 warga Palestina.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







