Erdogan Kepada Sekjen PBB: Israel Harus Diadili Di Pengadilan Internasional Atas Kejahatan Di Gaza

AKURAT.CO Presiden Turki, Tayyip Erdogan, mengatakan kepada Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, bahwa Israel harus bertanggung jawab di pengadilan internasional atas apa yang disebutnya sebagai kejahatan perang di Gaza.
Diketahui, dalam percakapan telepon menjelang pertemuan Dewan Keamanan PBB mengenai Gaza yang direncanakan pada hari ini, Erdogan dan Guterres membahas ekspektasi komunitas internasional mengenai serangan ilegal Israel hingga upaya untuk mengatasi masalah tersebut.
"Dalam panggilan telepon tersebut, Presiden Erdogan mengatakan Israel tanpa malu-malu terus menginjak-injak hukum internasional, hukum perang, dan hukum kemanusiaan internasional dengan memandang mata komunitas internasional. Israel harus bertanggung jawab atas kejahatan yang dilakukannya di depan mata hukum internasional," kata Staf Kepresidenanan Turki, dikutip Rabu (29/11/2023).
Baca Juga: Turki Boikot Coca-Cola Dan Nestle Dari Daftar Menu Restoran Karena Diduga Mendukung Israel
Kementerian Luar Negeri Turki mengatakan bahwa Menteri Luar Negeri, Hakan Fidan, akan menghadiri pertemuan Dewan Keamanan PBB di New York.
Dalam sebuah pernyataan, kementerian menambahkan bahwa Fidan juga akan bertemu dengan rekan-rekannya sebagai bagian dari apa yang disebut kelompok kontak beberapa negara muslim, yang dibentuk oleh Liga Arab dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) bulan ini untuk mendiskusikan Gaza dengan negara-negara Barat dan yang lainnya.
Turki telah mengkritik keras serangan Israel ke Gaza dan menyerukan gencatan senjata segera agar memungkinkan diskusi mengenai solusi dua negara terhadap konflik Israel-Palestina yang lebih luas.
Dikutip dari Reuters, Turki juga menjadi tuan rumah bagi beberapa anggota Hamas, yang tidak mereka anggap sebagai kelompok teroris, tidak seperti Amerika Serikat, Uni Eropa dan beberapa negara Teluk.
Turki lalu menuduh negara-negara Barat, selain Spanyol dan Belgia, terlibat atas serangan di Gaza karena dukungan mereka terhadap Israel.
Erdogan bahkan menyebut serangan Israel ke Gaza sebagai genosida dan menuduh Israel sebagai negara teroris.
Israel menolak tuduhan tersebut dan mengatakan bahwa mereka bertindak untuk membela diri terhadap musuh yang bertekad menghancurkannya.
Baca Juga: Lagi Ada Konflik Wilayah, Erdogan Nekat Mau Bertemu Dengan Presiden Azerbaijan
Sebagai informasi, Israel telah melancarkan serangan melalui udara dan darat terhadap militan Hamas di Gaza yang menewaskan lebih dari 15.000 orang.
Serangan tersebut dilancarkan setelah Hamas mengamuk di Israel Selatan pada 7 Oktober, menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyandera 240 orang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








