Bikin Kaget! Kapal Tanker RI Lolos dari Maraknya Serangan Houthi di Laut Merah

AKURAT.CO Situasi tegang masih berlangsung di Laut Merah karena serangan yang dilakukan oleh milisi penguasa Yaman, Houthi, terhadap kapal dagang dan tanker yang melintasi jalur pelayaran penting dunia.
Meskipun begitu, baru-baru ini terjadi sebuah fenomena unik di perairan Laut merah tersebut tersebut.
Dua kapal tanker minyak, termasuk salah satunya yang membawa bendera Indonesia, terus melanjutkan pelayaran mereka melalui perairan Laut Merah, tepatnya melewati Selat Bab al-Mandab.
Dikutip dari Reuters, gerakan kedua kapal tanker yang dipantau oleh LSEG dan Kpler terdeteksi pada pertengahan bulan Januari, hampir satu minggu setelah Amerika Serikat (AS) dan Inggris melancarkan serangan terhadap target-target milisi Houthi di wilayah Yaman sebagai tanggapan terhadap serangan di Laut Merah.
Data pelacakan kapal menunjukkan bahwa kedua kapal tanker tipe Aframax tersebut, yang memiliki bobot mati antara 80.000 hingga 120.000 metrik ton, berhasil melintasi Selat Bab al-Mandab pada tanggal 17 Januari setelah sebelumnya mengubah rute pelayaran mereka dari Laut Merah.
Baca Juga: Update Terkini, Amerika Serikat Serang Dua Rudal Anti Kapal Houthi di Yaman
Muatan yang dibawa oleh kedua kapal tanker tersebut disebut sebagai bahan bakar berat, dan sebelumnya, keduanya singgah di Fujairah yang merupakan salah satu pusat bahan bakar minyak terbesar di dunia, di Uni Emirat Arab.
Pertanyaan muncul seiring dengan pergerakan kedua kapal tanker ini melintasi Laut Merah.
Diketahui bahwa sebagian besar kapal telah mengubah jalur pelayaran mereka sebagai respons terhadap meningkatnya ketegangan di Laut Merah, terutama akibat serangan yang dilancarkan oleh milisi Houthi yang menargetkan kapal-kapal komersial di perairan strategis tersebut.
Baca Juga: 16.000 Hewan Masih Terjebak di Atas Kapal Ekspor karena Ancaman Militan Houthi di Laut Merah
Tujuan dari kedua kapal tersebut tidak dijelaskan dengan pasti.
Namun, dalam satu minggu terakhir, kedua kapal memberikan isyarat menuju pelabuhan Arab Saudi di sekitar pesisir Laut Merah.
Sebelumnya, beberapa perusahaan pelayaran besar dunia seperti Maersk, Mediterranean Shipping Company (MSC), Ocean Network Express (ONE), Hapag Lloyd, dan Hyundai Merchant Marine (HMM) telah memilih untuk menghindari perairan Laut Merah dan Terusan Suez.
Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap serangan yang dilakukan oleh milisi Houthi dan dapat berdampak pada 15% perdagangan dunia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









