Akurat
Pemprov Sumsel

Bikin Kaget! Kapal Tanker RI Lolos dari Maraknya Serangan Houthi di Laut Merah

Shalli Syartiqa | 2 Februari 2024, 22:14 WIB
Bikin Kaget! Kapal Tanker RI Lolos dari Maraknya Serangan Houthi di Laut Merah

AKURAT.CO Situasi tegang masih berlangsung di Laut Merah karena serangan yang dilakukan oleh milisi penguasa Yaman, Houthi, terhadap kapal dagang dan tanker yang melintasi jalur pelayaran penting dunia.

Meskipun begitu, baru-baru ini terjadi sebuah fenomena unik di perairan Laut merah tersebut tersebut.

Dua kapal tanker minyak, termasuk salah satunya yang membawa bendera Indonesia, terus melanjutkan pelayaran mereka melalui perairan Laut Merah, tepatnya melewati Selat Bab al-Mandab.

Dikutip dari Reuters, gerakan kedua kapal tanker yang dipantau oleh LSEG dan Kpler terdeteksi pada pertengahan bulan Januari, hampir satu minggu setelah Amerika Serikat (AS) dan Inggris melancarkan serangan terhadap target-target milisi Houthi di wilayah Yaman sebagai tanggapan terhadap serangan di Laut Merah.

Data pelacakan kapal menunjukkan bahwa kedua kapal tanker tipe Aframax tersebut, yang memiliki bobot mati antara 80.000 hingga 120.000 metrik ton, berhasil melintasi Selat Bab al-Mandab pada tanggal 17 Januari setelah sebelumnya mengubah rute pelayaran mereka dari Laut Merah.

Baca Juga: Update Terkini, Amerika Serikat Serang Dua Rudal Anti Kapal Houthi di Yaman

Muatan yang dibawa oleh kedua kapal tanker tersebut disebut sebagai bahan bakar berat, dan sebelumnya, keduanya singgah di Fujairah yang merupakan salah satu pusat bahan bakar minyak terbesar di dunia, di Uni Emirat Arab.

Pertanyaan muncul seiring dengan pergerakan kedua kapal tanker ini melintasi Laut Merah.

Diketahui bahwa sebagian besar kapal telah mengubah jalur pelayaran mereka sebagai respons terhadap meningkatnya ketegangan di Laut Merah, terutama akibat serangan yang dilancarkan oleh milisi Houthi yang menargetkan kapal-kapal komersial di perairan strategis tersebut.

Baca Juga: 16.000 Hewan Masih Terjebak di Atas Kapal Ekspor karena Ancaman Militan Houthi di Laut Merah

Tujuan dari kedua kapal tersebut tidak dijelaskan dengan pasti.

Namun, dalam satu minggu terakhir, kedua kapal memberikan isyarat menuju pelabuhan Arab Saudi di sekitar pesisir Laut Merah.

Sebelumnya, beberapa perusahaan pelayaran besar dunia seperti Maersk, Mediterranean Shipping Company (MSC), Ocean Network Express (ONE), Hapag Lloyd, dan Hyundai Merchant Marine (HMM) telah memilih untuk menghindari perairan Laut Merah dan Terusan Suez.

Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap serangan yang dilakukan oleh milisi Houthi dan dapat berdampak pada 15% perdagangan dunia.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.