Akurat
Pemprov Sumsel

Ajaib! Remaja Palestina Berhasil Ciptakan Sistem untuk Menerangi Tenda Pengungsian di Tengah Gempuran Israel

Sulthony Hasanuddin | 8 Februari 2024, 12:41 WIB
Ajaib! Remaja Palestina Berhasil Ciptakan Sistem untuk Menerangi Tenda Pengungsian di Tengah Gempuran Israel

AKURAT.CO Remaja Palestina, Hussam Al-Attar dapat menciptakan sumber listrik untuk menerangi tenda tempatnya beserta keluarga tinggal setelah mengungsi akibat serangan Israel.

Sumber listik itu diciptakan Hussam dengan menggunakan dua kipas angin yang ia beli dari pasar barang bekas dan dihubungkan dengan beberapa kabel.

Sebagai pengakuan atas kecerdikannya, orang-orang di sekitar tenda pengungsian Gaza memanggil Hussam dengan julukan 'Newton-nya Gaza'.

"Mereka mulai memanggil saya Newton dari Gaza karena kemiripan antara saya dan Newton," kata Hussam (15), dikutip Kamis (8/1/2024).

Baca Juga: Trending Topic di X! Lisa BLACKPINK Unggah Foto Coming Soon, Comeback Solo atau Agensi Baru?

Hussam lalu membandingkan nasib kejadian antara Newton dengan dirinya ketika menemukan lampu, kegelapan akibat serangan Israel menjadi sumber penemuannya.

"Newton sedang duduk di bawah pohon apel ketika sebuah apel jatuh di atas kepalanya dan dia menemukan gravitasi. Sementara kami di sini hidup dalam kegelapan dan tragedi dengan roket-roket jatuh menimpa kami. Oleh karena itu saya berpikir untuk menciptakan cahaya dan saya melakukannya," ungkapnya.

Seperti diketahui, Ilmuwan asal Inggris, Isaac Newton merupakan seseorang yang membuat kemajuan besar dalam bidang fisika, matematika dan astronomi pada akhir abad ke-17 dan awal abad ke-18. Ia menonjol dalam imajinasi populer karena kisah apel.

Sementara pada abad ini, lebih dari separuh dari 2,3 juta penduduk Gaza harus berdesakan di Rafah yang terletak di tepi selatan jalur tersebut di dekat pagar yang memisahkannya dari Mesir.

Keluarga Al-Attar memasang tenda mereka di sisi sebuah rumah berlantai satu, sehingga Hussam dapat memanjat ke atap dan memasang dua kipas anginnya.

Baca Juga: Hikmah Peristiwa Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW untuk Zaman Modern dan Digital

Kipas itu dipasang satu di atas yang lain, berfungsi sebagai turbin angin kecil yang mampu mengisi daya baterai.

Dia kemudian menghubungkan kipas angin ke kabel yang menjalar ke seluruh rumah dan menggunakan sakelar, bola lampu, hingga sepotong kayu lapis tipis yang menjulur ke dalam tenda untuk menciptakan sistem pencahayaan khusus bagi keluarganya.

Baca Juga: Guru Besar Paramadina: Bansos Telah Dijadikan Alat Politik Pemerintah untuk Kepentingan Pilpres

Remaja 15 tahun itu mengatakan bahwa dua percobaan pertamanya gagal dan butuh beberapa saat untuk mengembangkan sistem tersebut sampai akhirnya berhasil pada percobaan ketiga.

"Saya mulai mengembangkannya lebih lanjut, sedikit demi sedikit, hingga saya dapat memperpanjang kabel melalui ruangan ke tenda yang kami tinggali sehingga tenda tersebut memiliki cahaya," katanya.

Tidak hanya itu, Hussam juga mengungkapnya perasaan atas penemuannya yang tak terduga yang ternyata dapat meringankan penderitaan keluarganya akibat bombardir Israel.

Baca Juga: Kualifikasi Piala Dunia: FIFA Tunjuk GBK untuk Laga Timnas Indonesia vs Vietnam 21 Maret

"Saya sangat senang bisa membuat ini, karena saya meringankan penderitaan keluarga saya, bu saya, ayah saya yang sakit dan anak-anak saudara saya yang masih kecil, serta semua orang di sini yang menderita karena kondisi yang kami jalani selama perang ini," tuturnya.

Serangan Israel dipicu oleh para militan dari kelompok Islamis Palestina, Hamas, yang menyerbu negara tersebut pada 7 Oktober.

Bersumpah untuk menghancurkan Hamas dan membebaskan para sandera, Israel telah menanggapi hal itu dengan serangan militer habis-habisan ke Gaza yang telah menewaskan lebih dari 27.000 orang warga.

Di tengah keputusasaan, Hassan masih berpegang teguh pada mimpi dan ambisinya.

"Saya sangat senang orang-orang di kamp ini menyebut saya Newton-nya Gaza, karena saya berharap dapat meraih impian saya untuk menjadi ilmuwan seperti Newton dan menciptakan penemuan yang tidak hanya bermanfaat bagi warga Jalur Gaza, tetapi juga bagi seluruh dunia," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.