Asam Bongkrek Penyebab Keracunan Makanan di Taiwan? Pernah Terjadi di Indonesia

AKURAT.CO Ahli kesehatan mengungkapkan bahwa asam bongkrek menjadi penyebab wabah keracunaan mematikan di kawasan restoran Malaysia Polam Kopitiam di Taipei. Wabah ini telah menewaskan sedikitnya 2 orang, sementara 12 lainnya yang makan di cabang Distrik Xinyi telah menerima perawatan medis.
Dikutip dari Focus Taiwan, Senin (1/4/2024) pada Rabu malam, Wakil Menteri Kesehatan Victor Wang (王必勝) mengatakan, bahwa para pengunjung yang sakit, kemungkinan besar telah mengonsumsi asam bongkrek yang dapat ditemukan dalam produk beras yang terkontaminasi oleh bakteri langka burkholderia gladioli selama fermentasi.
Wang menyampaikan, asam bongkrek menjadi biang kerok wabah mematikan ini telah melalui penelitian oleh ahli toksikologi dan penyakit menular, perwakilan dari Centers for Disease Control (CDC), Taiwan Food and Drug Administration (TFDA), rumah sakit yang merawat pasien yang terkena dampak, dan Institut Kedokteran Forensik.
Baca Juga: Dinamika Hubungan Taiwan dan Tiongkok: Sejarah, Konflik, dan Tantangan Masa Depan
Namun, kasus ini masih dalam penyelidikan, Hsueh mengatakan bahwa keterlibatan manusia tidak dapat dikesampingkan. Menurut Wang, orang-orang yang sakit semuanya makan di Polam Kopitiam cabang Xinyi antara tanggal 19 dan 22 Maret dan mengonsumsi hidangan seperti bihun dan kwetiau (sejenis bihun) yang terbuat dari bahan yang sama.
Ahli toksikologi Yen Tzung-Hai (顏宗海), bagian dari panel ahli, mengatakan kepada CNA bahwa asam bongkrek pertama kali ditemukan di Indonesia, di mana beberapa kasus keracunan makanan terjadi akibat konsumsi tempe bongkrek.
Yen memaparkan, bahwa satu miligram asam bongkrek bisa berakibat fatal. Racun tersebut juga secara langsung merusak mitokondria yang bertanggung jawab untuk produksi energi dalam sel manusia, sehingga memengaruhi respirasi sel. Gejala yang menyerupai gastroenteritis akut, seperti mual, muntah, dan diare akan timbul setelah konsumsi makanan yang terkontaminasi asam bongkrek, dengan kemungkinan kegagalan banyak organ dalam satu hari dan angka kematian melebihi 40 persen.
Baca Juga: Resep Kwetiau Goreng untuk Berbuka Puasa Hari Ini
Dari segi pengobatan, Yen menyatakan, obat penawar asam bongkrek belum ditemukan, hanya tersedia terapi suportif, seperti intubasi untuk gagal napas atau pemberian obat inotropik untuk syok. Sementara itu, Wang mengatakan penyelidikan sedang dilakukan, TFDA telah mengumpulkan spesimen dari pasien dan 35 sampel makanan dari restoran untuk pengujian, sementara TFDA, Rumah Sakit Universitas Nasional Taiwan, dan Rumah Sakit Umum Veteran Taipei telah memesan sampel standar yang diperlukan untuk pengujian asam bongkrek.
Meskipun pengujian diperkirakan akan dimulai minggu depan, Wang menekankan bahwa otopsi forensik yang dilakukan pada hari Kamis akan mencakup pengujian pestisida dan racun lainnya, bukan hanya berfokus pada satu zat.
Apabila wabah keracunan memang dipastikan disebabkan oleh asam bongkrek, maka ini akan menjadi kasus keracunan makanan kolektif pertama di Taiwan yang disebabkan oleh asam bongkrek.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









