Iran: Tidak Ada Kesepakatan dengan Negara Manapun Sebelum Serangan Balasan ke Israel

AKURAT.CO Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan pada Senin (15/4/2024) bahwa tidak ada perjanjian yang telah dibuat sebelumnya dengan negara manapun sebelum serangan balasan Iran terhadap Israel.
Seperti diketahui, Iran meluncurkan drone peledak dan menembakkan rudal ke Israel pada akhir pekan lalu dalam serangan langsung pertamanya terhadap negara tersebut.
Serangan tersebut dilaporkan melibatkan lebih dari 120 rudal balistikm 170 drone, dengan lebih dari 30 rudal jelajah.
Baca Juga: Menahan Diri, Amerika Serikat Pilih Tidak Ambil Bagian Dalam Serangan Balasan Israel Terhadap Iran
Militer Israel mengatakan bahwa sebagaian besar proyektil dapat dicegat di luar perbatasan negaranya dengan bantuan dari Amerika Serikat, Inggris dan Prancis.
Bahkan Yordania juga menembak jatuh beberapa rusal yang dikirim ke Israel saat terbang melalui wilayah udaranya.
Serangan Iran dilakukan sebagai serangan balasan yang menurut negara itu merupakan pertahanan diri, menyusul pemboman Israel pada 1 April terhadap kompleks kedutaan besarnya di ibu kota Suriah.
Pejabat regional, termasuk Menteri Luar Negeri, mengatakan Iran telah memberikan pemberitahuan kepada negara-negara tetangganya beberapa hari sebelum serangan yang dilakukan.
Namun, Juru Bicara Kementerian, Nasser Kanaani, memperingatkan bahwa tidak ada kesepakatan yang dibuat sebelumnya dengan negara manapun mengenai bagaimana Iran akan melakukan pendekatan militer (serangan) terhadap Israel.
Serangan lebih dari 300 rudal dan drone Iran hanya menyebabkan kerusakan ringan di Israel.
Sebab sebagian besar serangan berhasil ditembak jatuh oleh sistem pertahanan Iron Dome Israel dan dengan bantuan dari Amerika Serikat, Inggris, Prancis dan Yordania.
Satu-satunya cedera serius yang dilaporkan Israel adalah terlukanya seorang anak berusia 7 tahun akibat pecahan peluru.
Terdapat juga sedikit kerusakan properti serius yang dilaporkan. Pihak berwenang mengatakan pangkalan Angkatan Udara Israel terkena serangan tetapi masih dapat beroperasi seperti biasa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







