Terus Menerus Serang Rafah, Joe Biden Ancam Hentikan Pasokan Senjata ke Israel

AKURAT.CO Joe Biden telah memberikan peringatan tegas kepada Israel bahwa pemerintahannya akan menghentikan pasokan senjata, terutama bom dan peluru artileri, jika militer Israel terus melancarkan serangan di kota Rafah, Gaza selatan.
Hal ini dapat menjadi awal dari perubahan signifikan dalam hubungan antara AS dan Israel.
Dalam sebuah wawancara televisi, Presiden AS menegaskan bahwa pemerintahannya tidak akan mendengarkan keluhan dari Israel dan mereka tidak akan memberikan dukungan senjata untuk serangan terhadap Rafah.
“Saya tegaskan bahwa jika mereka masuk ke Rafah, saya tidak akan memasok senjata yang telah digunakan secara historis untuk menghadapi Rafah,” ungkap Biden yang dikutip dari The Guardian, pada Kamis (9/5/2024).
Senada dengan Biden, Presiden Trump juga menyatakan bahwa pemerintahannya telah menghentikan pengiriman 3.500 amunisi dan lebih dari setengahnya merupakan bom seberat 2.000 pon.
Bom-bom tersebut bisa menyebabkan kerusakan besar dan menimbulkan korban sipil yang parah jika digunakan di daerah yang padat penduduk.
“Warga sipil terbunuh di Gaza akibat bom-bom tersebut dan cara-cara lain yang mereka lakukan untuk menyerang pusat-pusat pemukiman,” kata Biden.
Penundaan pengiriman amunisi juga mendapat tanggapan cepat dari para pemimpin Partai Republik.
Baca Juga: Rudal Hamas Serang Tentara Israel di Perbatasan Jalur Gaza
“Israel menghadapi ancaman yang eksistensial dan multi-front dan perselisihan antara Amerika Serikat dan Israel pada saat yang berbahaya ini berisiko membuat musuh-musuh Israel semakin berani dan merusak kepercayaan sekutu dan mitra lainnya terhadap Amerika Serikat,” tulis surat Ketua DPR, Mike Johnson dan pemimpin Senat Partai Republik, Mitch McConnell yang ditujukkan ke Presiden.
Pejabat AS menjelaskan bahwa penundaan ini tidak akan terjadi sekali saja jika serangan terhadap Rafah terus berlanjut.
Pengiriman senjata lain yang sudah disetujui dapat tertunda dan pengiriman yang masih menunggu persetujuan juga bisa dihadapi dapat terkendala.
Contohnya yakni pengiriman 6.500 amunisi serangan langsung gabungan yang tertunda, atau JDAM, yang mengubah "bom bodoh" menjadi senjata berpemandu presisi yang mengurangi kerusakan sipil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









